Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Oktober 2020 | 19.48 WIB

Model Laporkan Pengusaha Sepatu, Curiga Disorot Kamera saat Ganti Baju

JC, model, setelah mengadukan seorang pengusaha sepatu ke Mapolrestabes Surabaya, Jumat (23/10). (Eddi Sudrajat/Jawa Pos) - Image

JC, model, setelah mengadukan seorang pengusaha sepatu ke Mapolrestabes Surabaya, Jumat (23/10). (Eddi Sudrajat/Jawa Pos)

JawaPos.com – Model berinisial JC mendatangi Mapolrestabes Surabaya, Jumat (23/10). Dia bersama penasihat hukumnya mengadukan dugaan tindak pidana pornografi dan UU ITE. JC merasa direkam saat ganti baju ketika pemilik toko sepatu mengundangnya untuk membuat katalog produk. ”Minggu kemarin klien kami menjalani sesi foto di tempat terlapor,” ujar Aulia Rahman, pengacara JC.

Mulanya, sesi foto itu berjalan biasa. JC diminta mengenakan sepatu yang berbeda-beda. Di setiap pemotretan tersebut, dia juga diminta memakai pakaian yang warnanya cocok dengan sepatu. ”Jadwal foto diagendakan mulai pagi sampai sore karena banyak produk yang dipromosikan,” terangnya.

Rahman menjelaskan, kliennya lama-lama curiga dengan kondisi ruang ganti yang disiapkan. JC melihat pulpen dan kacamata yang disandarkan pada sebuah buku. Letaknya terlihat berganti-ganti sebelum dia masuk ruang ganti. ”Klien otomatis penasaran,” ungkapnya.

JC curiga pulpen dan kacamata tersebut adalah spy cam. Di sela-sela munculnya pemikiran itu, dia kemudian mencari informasi di internet. ”Bentuknya sekilas hampir sama dengan spy cam yang dijual di online shop,” kata Rahman.

Menurut dia, kliennya semakin yakin dua perangkat itu spy cam saat disentuh. Pulpen dan kacamata tersebut terasa panas. Beda dengan pulpen dan kacamata biasa.

JC spontan memotret dan mengambil dua benda itu. Dia kemudian memasukkannya ke dalam tas. ”Klien tidak langsung menegur. Karena profesionalitas mengedepankan sesi foto lanjutan,” ujarnya.

Rahman menyatakan, setelah sesi foto itu, kliennya mengecek dua benda yang disimpan. Bulpen dan kacamata yang diambil ternyata sudah raib. ”Kebetulan letak tas klien berbeda ruangan dengan tempat pemotretan,” tuturnya.

JC saat itu sudah hilang kesabaran. Dia menanyakan ke ADT yang memakai jasa modelnya. Namun, jawaban yang didapat dianggap tidak memuaskan. ”Klien kami sudah berusaha menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Dengan komunikasi baik-baik. Tetapi disepelekan,” jelasnya. JC yang merasa menjadi korban praktik pornografi akhirnya membawa masalah itu ke ranah hukum. Dia melapor ke polisi.

Photo

Kacamata di kamar ganti yang dicurigai sebagai spy cam. (Eddi Sudrajat/Jawa Pos)

Rahman menjelaskan, pihaknya sudah menunjukkan foto pulpen dan kamera yang diduga sebagai spy cam kepada petugas. Namun, alat bukti itu dirasa masih kurang untuk penerbitan laporan polisi (LP). ”Kami upayakan secepatnya untuk menyerahkan bukti tambahan,” katanya.

Kanitjatanras Polrestabes Surabaya Iptu Agung Kurnia Putra mengatakan, penyidik belum menerbitkan LP karena alat bukti yang dibawa kurang kuat. JC dan pengacaranya sudah diberi petunjuk alat bukti lain yang diperlukan. ”Hari ini sifatnya sebatas pengaduan,” jelasnya.

Agung mengatakan, pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan pengacara pelapor sebagai tindak lanjut. Jika memang alat bukti yang diperlukan sudah ada, penyidik akan memulai penyelidikan. ”Memanggil terlapor untuk diklarifikasi salah satunya,” katanya.

 

https://www.youtube.com/watch?v=d51_R4S8e04&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore