
Calon Wali Kota Eri Cahyadi dicurhati warga saat kunjungan ke Klampis Ngasem pada Sabtu (10/10). Istimewa
JawaPos.com–Kiprah Eri Cahyadi sebagai birokrat di Pemkot Surabaya rupanya begitu dikenang warga. Paling tidak, warga Klampis Ngasem melihat dia sebagai sosok yang peduli dengan infrastruktur kampung. Karena itu, begitu wali kota rekomendasi Tri Rismaharini itu datang pada Sabtu (10/10), warga langsung curhat soal masalah lingkungan.
Mereka umumnya meminta agar saluran-saluran besar yang mengitari kampung dilakukan pengerukan. Agar saat musim hujan tidak terjadi genangan. ”Kampung kami tidak banjir. Hanya saat hujan deras, jalan depan itu tergenang sekitar 30 sentimeter. Tidak ada orang lain yang jadi jujukan curhat kami kalau bukan Mas Eri Cahyadi,” kata Edwin Raharjo, salah seorang warga.
Hal senada diungkapkan Ketua RW 9 Klampis Ngasem Andika Mulya Putera. ”Saat jadi kepala Dinas Cipta Karya, Mas Eri adalah sosok di balik pavingisasi ratusan kampung. Saat jadi kepala Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH), dia banyak membenahi taman-taman fasum warga. Dan Mas Eri itu khas. Begitu kita sodori masalah kampung, dia langsung paham teknis penyelesaiannya seperti apa,” kata Andika.
Karena itu, Andika yakin Kota Surabaya tak akan salah urus di tangan Eri Cahyadi. Sebab, Surabaya sejatinya adalah kampung-kampung kecil yang bergabung menjadi satu kota besar.
”Hanya orang yang memahami pengelolaan kampung yang bisa memimpin Kota Pahlawan. Mengelola kampung tidak mudah. Kami percaya, Mas Eri yang bisa mengelola kampung besar Surabaya ini. Warga juga memahami itu. Bahkan kita tadi langsung curhat kalau beberapa RT di wilayah ini ada yang belum selesai pavingnya. Begitu pula selokan dan taman. Nanti Mas Eri yang akan tindak lanjut,” ujar Andika.
Selain itu, kata Andika, Eri Cahyadi juga dikenal sebagai pemberdaya warga kampung. Apalagi, warga Klampis Ngasem sedang menggeluti pertanian hidroponik. Itu sesuai dengan program Eri yang akan mengolaborasikan kebutuhan suplai pangan industri hospitality di Surabaya dengan produk pertanian urban seperti sayuran hidroponik dari warga sendiri.
Eri sendiri yakin, Klampis Ngasem punya potensi jadi kampung mandiri. Salah satu cirinya adalah kepedulian warga. Mereka punya balai RW sendiri yang bahkan tidak menempati tanah milik pemkot. ”Saya salut pada warga Klampis Ngasem. Kalau ada apa-apa terkoordinir dengan baik. Semangat gotong royongnya tinggi. Masalah kampung segera dilaporkan, jadi nantinya bisa terselesaikan dengan baik,” kata Eri Cahyadi.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=CrSgAZLVGvI&ab_channel=JawaPos

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
