Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 September 2020 | 18.38 WIB

Sembilan Kiai NU di Surabaya Doakan Cawali Eri Cahyadi

Sejumlah kiai Nahdlatul Ulama (NU) mendoakan Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam acara silaturahmi kiai-kiai NU di Surabaya, Sabtu (26/9) malam. Media Center Eri-Armuji/Antara - Image

Sejumlah kiai Nahdlatul Ulama (NU) mendoakan Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam acara silaturahmi kiai-kiai NU di Surabaya, Sabtu (26/9) malam. Media Center Eri-Armuji/Antara

JawaPos.com–Sembilan kiai Nahdlatul Ulama (NU) memberikan dukungan dan doa kepada Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi agar terpilih pada Pilkada Surabaya, 9 Desember.

”Saya berdoa agar saat Mas Eri Cahyadi nanti jadi wali kota apa yang dikerjakannya selalu mendapat bimbingan dari Allah subhanahu wa ta'ala,” kata KH Kemas Abdurrahman seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Minggu (27/9).

Semua penataan, lanjut dia, baik pendidikan, perkotaan, maupun penataan-penataan lainnya, agar tidak salah arah karena mendapat bimbingan Allah subhanahu wa ta'ala.

Sebelumnya, Cawali Eri Cahyadi menghadiri acara silaturahmi kiai-kiai NU di Surabaya pada Sabtu (26/9) malam. Ada sembilan kiai NU yang hadir pada acara tersebut, yakni KH Mas Mansur, KH Abdullah Habsyi, KH Kemas Abdurrahman, KH Abdullah Qosim, KH Widi Syafii, KH Muslih, KH Abdul Thowab, KH Abdullah, dan KH Muhaimin Ali.

Menurut dia, kiai-kiai NU sudah sejak lama menginginkan agar Eri menjadi cawali dan akhirnya memimpin Surabaya. Sebab, selama yang bersangkutan menjadi aparatur sipil negara (ASN) sangat perhatian kepada warga Surabaya dan warga NU. Selain itu, Eri juga sudah tahu kinerja Wali Kota Risma.

”Mas Eri tahu apa yang dikerjakan Risma sehingga layak untuk meneruskan kebaikan Risma. Bu Risma itu 24 jam bekerja untuk Surabaya dan Mas Eri mengikutinya. Jadi, Mas Eri tahu seluk-beluk untuk menangani Surabaya ke depan yang lebih baik lagi,” ujar KH Kemas Abdurrahman.

Dia mengatakan, Eri Cahyadi juga orang NU dan ibunya juga keluarga besar Pondok Sidoresmo. Kawasan Sidoresmo atau Ndresmo adalah kawasan pesantren yang sangat legendaris di Surabaya. Di tempat inilah, sejak ribuan tahun lalu dilakukan dakwah Islam. Hingga saat ini, ada sekitar 20 pesantren di kawasan tersebut.

Sementara itu, Eri Cahyadi mengatakan, sebelum memutuskan menerima perintah untuk maju cawali juga sowan ke para kiai. Selain itu, minta izin dan doa restu para kiai serta para ibu nyai.

”Saya sempat galau. Saya teruskan atau tidak. Maklum masa pensiun saya sebagai ASN masih 18 tahun lagi. Setelah mendapat izin dan restu dari ibu saya dan para kiai, bismillahirrohmanirrohim saya mantap untuk maju Pilkada Surabaya,” tutur Eri.

Saat nanti diberikan amanah sebagai wali kota, lanjut Eri, dia ingin terus membantu mengembangkan NU dengan seluruh potensi nahdiyin di dalamnya. Baik dari sektor keagamaan, pendidikan, ekonomi, maupun sosial budaya.

”Mengembangkan potensi nahdiyin, membesarkan NU, adalah salah satu cita-cita kami di Surabaya. Bagaimana nahdiyin bisa terus menebar Islam yang ramah, kemudian mandiri secara ekonomi, ke depan menjadi hal yang siap kami kerjakan,” ujar Eri.

Pilkada Surabaya 2020 diikuti pasangan Eri Cahyadi dan Armuji dengan nomor urut 1 dan pasangan Machfud Arifin-Mujiaman dengan nomor urut 2.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=vojRb8tBQco&ab_channel=JawaPos

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore