
TANPA FIRASAT: Kristina menunjukkan foto Mahendra Wicaksono dan Nina Pramudianasari semasa hidup, Selasa (18/8). (Galih Adi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Satlantas Polresta Sidoarjo menindaklanjuti dugaan kelalaian penjaga pos perlintasan sebidang di Desa Gilang, Taman. Yang bersangkutan lupa menutup palang pintu perlintasan itu sehingga terjadi kecelakaan antara kereta api dan mobil Kijang LGX nopol L 1197 KA pada Senin (17/8). Laka itu menewaskan empat anggota keluarga. Berdasar hasil gelar perkara, penjaga pos tersebut ditetapkan sebagai tersangka. Namanya David.
Kanitlaka Lantas Polresta Sidoarjo AKP Sugeng Sulistiyono menyampaikan, selama gelar perkara, pihaknya telah mengantongi bukti yang cukup. Salah satunya keterangan saksi. Waktu itu palang pintu perlintasan KA tersebut belum ditutup. Padahal, kereta api Sri Tanjung dengan nomor lokomotif 201901 sudah memberikan isyarat bel dari kejauhan sebelum menghantam mobil yang dikendarai Mahendra Wicaksono tersebut.
”Jelas ini lalai dalam bertugas,” ujarnya.
Sugeng menambahkan, jika masinis sudah membunyikan bel panjang, seharusnya penjaga pos langsung refleks. Mulai menyalakan tanda peringatan, mengibarkan bendera merah, hingga menutup palang pintu. Namun, semua itu tidak dilakukan.
Apakah palang pintu tidak berfungsi dengan baik? Perwira dengan tiga balok di pundak itu mengaku telah mencoba untuk buka-tutup palang tersebut. Alhasil, tak ada gangguan sedikit pun. Artinya, penjaga pos dari Dishub Sidoarjo tersebut memang tidak menjalankan standard operating procedure (SOP) pekerjaannya.
”Kami kenakan pasal 359 dan 360 KUHP dengan ancaman kurungan penjara paling lama 5 tahun,” jelas Sugeng.
Sementara itu, Kabid Angkutan Dishub Sidoarjo Edy Sutiono mengatakan, segala perkara diserahkan kepada pihak kepolisian sesuai hasil investigasi yang ada. Misalnya, sirene yang tidak dinyalakan dan palang pintu yang tidak ditutup.
”Kalau memang seperti itu, ya otomatis dia (penjaga pos, Red) tidak menjalankan SOP,” ujarnya.
Walau begitu, Edy telah mengirimkan personel untuk ikut mencari informasi terkait laka tersebut. Saat dimintai konfirmasi, penjaga pos perlintasan sebidang di Desa Gilang berdalih telah menutup palang, tapi tidak tertutup penuh.
”Ada gangguan,” katanya.
Saat ditanya lagi, penjaga pos beralasan lain. Dia tidak mendengar bel kereta api karena sedang berada di kamar mandi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
