Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Agustus 2020 | 00.17 WIB

Peserta Ujian CPNS Pemkot Surabaya Harus Tunjukkan Hasil Rapid Test

KONSENTRASI: Peserta tes CPNS pemkot mengerjakan ujian di Gelanggang Remaja kemarin. Para peserta mengapresiasi pelaksanaan tes yang lebih transparan. (Dimas Maulana/Jawa Pos) - Image

KONSENTRASI: Peserta tes CPNS pemkot mengerjakan ujian di Gelanggang Remaja kemarin. Para peserta mengapresiasi pelaksanaan tes yang lebih transparan. (Dimas Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com - Tahapan penjaringan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemkot Surabaya akan dilanjutkan dengan seleksi kompetensi bidang (SKB). Pemkot mensyaratkan peserta ujian tersebut harus memiliki hasil rapid test nonreaktif atau hasil tes swab negatif.

Total peserta yang akan mengikuti SKB tersebut 1.201 orang. Mereka dijadwalkan mengikuti seleksi itu pada 22−24 September atau sebulan lagi. Tes dilaksanakan di Gelanggang Remaja Surabaya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika M. Fikser menuturkan bahwa pengumuman tersebut sengaja dilakukan sebulan sebelumnya. Tujuannya, para peserta bisa melakukan persiapan untuk menghadapi seleksi itu. Terutama terkait dengan protokol kesehatan. ”Biar belajar juga. Serta mempersiapkan untuk tes rapid dan swab,” ungkap Fikser kemarin.

Pemkot, kata Fikser, yang juga menjadi wakil koordinator humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya akan mengadakan rapid dan swab test gratis untuk para peserta SKB tersebut.

”Teknisnya masih dipersiapkan. Termasuk pendaftaran dan pelaksanaannya nanti seperti apa,” tambah mantan Kabaghumas Pemkot Surabaya itu.

Yang jelas, pemkot pernah membantu para calon peserta ujian masuk perguruan tinggi. Sebab, memang disyaratkan adanya kebijakan untuk rapid dan swab test. Saat itu, seluruh puskesmas dilibatkan untuk membantu hal tersebut.

Nah, lantaran ada ketentuan masa berlaku rapid dan swab test itu 14 hari, tes tersebut akan dihelat dua pekan sebelum SKB. Waktu dan tempatnya masih dikomunikasikan dengan dinas kesehatan.


Lebih lanjut, Fikser mengungkapkan bahwa para peserta SKB juga disarankan untuk isolasi mandiri terlebih dahulu selama 14 hari. Bila pada saat dites dan masuk ruangan SKB ternyata suhu tubuh peserta itu 37,3 derajat Celsius atau lebih tinggi, akan diberikan kesempatan untuk mengikuti tes pada hari berikutnya.

”Peserta dari luar Kota Surabaya wajib mengikuti ketentuan protokol perjalanan yang ditetapkan pemerintah,” tambah Fikser.

Protokol kesehatan sekarang memang menjadi isu utama dalam semua kegiatan yang menyertakan banyak orang. Termasuk dalam SKB tersebut. Kegiatan lain yang dilakukan pemkot adalah membuka plaza atas Balai Pemuda yang kini disebut sebagai sebagai Alun-Alun Suroboyo. Mulai 19 Agustus lalu, berlangsung pertunjukan dari berbagai genre seni, mulai tradisional sampai modern. 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=ndIMxVOwefg

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore