
TERPUKUL: Aktivitas perdagangan di Pasar Tambahrejo. Para pedagang meminta keringanan pembayaran ILP karena pendapatan mereka merosot drastis di kala pandemi. (Frizal/Jawa Pos)
JawaPos.com - Para pedagang Pasar Tambahrejo kembali meminta keringanan iuran layanan pasar (ILP) kepada Perusahaan Daerah Pasar Surya dan Pemkot Surabaya. Para pedagang merasa dagangan mereka di masa pendemi Covid-19 sepi. Karena itu, dibutuhkan suntikan dukungan dari pemerintah.
Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Tambahrejo Mas’ud mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengirimkan surat permintaan tersebut kepada pemkot awal pekan lalu. Surat itu merupakan yang kedua. Mereka pernah mengirimkan surat pada April lalu juga untuk memohon keringanan. Surat tersebut sudah dijawab dengan penjelasan bahwa mereka menunggu regulasi lebih lanjut.
”Kondisi pandemi ini membuat semua usaha, termasuk pedagang di pasar, omzetnya menurun drastis. Dan pedagang sangat mungkin tak bisa membayar kewajiban seperti ILP,” jelas Mas’ud.
Surat tersebut berisi permohonan kebijakan dan keringanan. Para pedagang sedang dalam kondisi yang sulit di masa pandemi. Keringanan ILP itu bisa membantu pedagang agar dapur mereka tetap ngebul.
ILP yang dibayarkan pedagang itu bergantung luas dan peruntukan stan. Mas’ud menyebutkan, stan yang dia tempati berukuran 43 meter persegi. Dalam sebulan dia harus membayar Rp 800 ribu. Untuk toko emas dengan stan ukuran 21 meter persegi, iurannya sekitar Rp 600 ribu. ”Kalau konfeksi ukuran 21 meter persegi, sekitar Rp 500 ribu per bulan. Belum termasuk listrik dan air,” ungkap Mas’ud.
Permintaan para pedagang untuk memohon keringanan itu memang bukan kali ini saja. Pemkot Surabaya selaku pemilik Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) pernah mengungkapkan bahwa iuran yang dibebankan kepada pedagang merupakan tarif lama. Perubahan ILP juga harus dibicarakan dengan pemegang saham. Sebab, ILP sudah masuk dalam rancangan anggaran dan belanja perusahan tersebut.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=CHPLRGlVBFc
https://www.youtube.com/watch?v=k9gaKSpl6mw
https://www.youtube.com/watch?v=Dqo7p9H6gIw

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
