
Sejumlah petugas pemadam kebakaran melakukan penyemprotan disinfektan di Kota Surabaya pada Kamis (4/6). Humas Pemkot Surabaya/Antara
JawaPos.com–Dinas Pemadam Kebakaran bersama personel Satpol dan Linmas Kota Surabaya terus melakukan penyemprotan ke berbagai titik di Kota Surabaya. Sejak 13 Maret, petugas melalukan penyemprotan cairan disinfekatan di 50.735 lokasi sebagai upaya memutus mata rantai persebaran Covid-19.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Surabaya Dedik Irianto mengatakan, setiap hari pihaknya melakukan penyemprotan di 300–400 titik. Sehingga, total titik penyemprotan yang dilakukan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkot Surabaya lain sebanyak 50.735 lokasi sejak 13 Maret hingga 2 Juni. Sedangkan penyemprotan yang dilakukan PMK sendiri total sebanyak 43.371 lokasi.
”Penyemprotan itu sudah masif dilakukan sejak 13 Maret atau ketika kasus pertama muncul di Kota Surabaya,” kata Dedik seperti dilansir dari Antara pada Kamis (4/6)
Dia memastikan, titik-titik lokasi penyemprotan itu tidak asal, namun berlandaskan data. Ketika menerima data terkonfirmasi Covid-19 di alamat tertentu, Dinas PMK langsung mengejar alamat itu dan melakukan penyemprotan di kawasan tempat tinggal pasien terkonfirmasi itu.
”Jadi, sekeliling tempat tinggal pasien itu kami semprot, kira-kira radius 500 meter di sekelilingnya kami semprot semuanya. Tujuannya supaya tidak ada lagi penambahan ODP di wilayah tersebut dan ini akan terus kami lakukan,” ujar Dedik.
Dedik menjelaskan, dalam melakukan penyemprotan, pihaknya menurunkan hampir semua unit, mulai unit yang paling besar hingga yang paling kecil. Beberapa unit di antaranya Bronto Skylife yang setiap hari melakukan penyemprotan di Hotel Asrama Haji dan RSUD Soewandhie serta titik-titik lain. Selain itu ada pula unit Kajama, Firedome, serta unit Walang Kadung yang biasa masuk-masuk ke gang-gang sempit.
”Ketika melakukan penyemprotan, kami memiliki SOP yang harus dilakukan. Salah satunya harus menggunakan APD lengkap khas PMK dan para personel tidak boleh turun dari mobil, sehingga penyemprotan dilakukan di atas mobil demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” terang Dedik.
Saat ini, kata dia, para RW dan LPMK di Kota Surabaya sudah mulai sadar bahwa mereka membutuhkan penyemprotan. Terbukti, sudah banyak yang meminta kepada Dinas PMK untuk dilakukan penyemprotan di wilayahnya masing-masing. ”Sudah banyak yang mengusulkan kepada kami, ya kami tindak lanjuti,” ujar Dedik.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=DET88rHiH6Q
https://www.youtube.com/watch?v=RsR1NEdmCys
https://www.youtube.com/watch?v=2ugalnMRAas

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
