Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Maret 2020 | 03.47 WIB

Korban Aksi Penjambretan Jalan Indrapura Meninggal

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Ketika ditemui di rumahnya di Krembangan Baru, Endang S.M. beberapa kali melihat foto almarhumah di ponselnya. Dia masih tidak percaya bahwa adik iparnya, Lilik Khoiriyah, pergi begitu cepat karena jadi korban penjambretan. Ditambah, pelaku hingga kini menghirup udara bebas. Beberapa rekan korban dan saudara datang silih berganti untuk menyampaikan belasungkawa.

Lilik Khoiriyah adalah korban jambret di Jalan Indrapura pada Jumat (20/3). Perempuan 47 tahun itu meninggal dunia pada Rabu (25/3) setelah menjalani operasi tempurung kepala di RSUD dr Soetomo Surabaya. Anang Miftakhul, kakak korban, menuturkan bahwa Indah, panggilan akrab Lilik, selama menjalani perawatan tidak bisa diajak berkomunikasi. Indah hanya terbaring lemas tidak sadarkan diri.

Menurut Anang, kondisi Indah sempat membaik sesaat setelah operasi kepala. Namun, kondisi itu tidak berselang lama. ’’Sempat membaik. Bisa BAB juga. Tapi setelah itu drop lagi,’’ katanya. Dia menambahkan, hingga Rabu malam kondisi Indah semakin buruk dan meninggal pukul 23.00. Kemudian, jenazah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) pada Kamis pagi (26/3).

Sebelum meninggal dunia, Anang dan istrinya, Endang, sempat akan menjodohkan Indah. Sebab, perempuan yang menjadi pegawai tata usaha (TU) SDN Bubutan III itu belum menikah. ’’Jauh sebelum ini sempat kami jodohkan. Katanya sih masih mikir-mikir dulu. Kurang beberapa bulan juga dia mau wisuda,’’ papar Anang.

Dia mengisahkan, seminggu sebelum insiden nahas itu terjadi, Ada perilaku Indah yang dirasa aneh. Dia mengatakan, Indah sering mentraktir saudara-saudaranya untuk makan bersama. ’’Katanya, aku pengin lihat Sampean makan saja,’’ ucap Anang menirukan. Teman-teman sekolahnya pun heran. Indah juga mentraktir semua pegawai dan membereskan semua pekerjaannya di sekolah.

Anang berharap polisi bisa segera mengungkap pelaku kriminal tersebut. Dugaan Anang sangat kuat bahwa adiknya adalah korban jambret. Sebab, tas adiknya hilang dan hanya tersisa talinya. Ditambah keterangan warga dan pengendara yang membantu mengevakuasi adiknya. ’’Iya, daerah itu sering memakan korban. Bukan ini saja. Banyak,’’ ungkapnya.

Dia juga berharap pemerintah memasang kamera pengintai untuk memantau aktivitas lalu lintas. Dengan begitu, segala kejadian terekam. Jika ada kejadian serupa, pelaku bisa segera ditangkap. ’’Jangan ada korban lagi. Cukuplah ini yang terakhir. Saya pasrahkan ke polisi agar menghilangkan kejahatan ini,’’ jelasnya.

Secara terpisah, Kanitreskrim Polsek Bubutan AKP Oloan Manulang mengatakan bahwa pihaknya turut berbelasungawa atas meninggalnya Lilik Khoiriyah. Saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.

Mantan Kanitreskrim Polsek Tandes itu menyebut penjambretan dilakukan dua orang. Satu pelaku berperan menarik tas milik korban yang membuat korban terjatuh dan kepalanya membentur ke jalan. ’’Ini penyelidikan. Anggota sudah menyebar di lapangan,’’ katanya kemarin (27/3).

Pihaknya juga sudah mengecek CCTV di ujung Jalan Indrapura. Namun, menurut dia, CCTV tersebut baru saja dipasang dan belum tersambung dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya. Pihaknya juga mendiskusikan dengan dinas terkait untuk pengadaan kamera pengintai guna memperkuat pengamanan jalur rawan. ’’Terus kami koordinasikan agar bisa dipantau,’’ paparnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore