
Photo
JawaPos.com – Ketika ditemui di rumahnya di Krembangan Baru, Endang S.M. beberapa kali melihat foto almarhumah di ponselnya. Dia masih tidak percaya bahwa adik iparnya, Lilik Khoiriyah, pergi begitu cepat karena jadi korban penjambretan. Ditambah, pelaku hingga kini menghirup udara bebas. Beberapa rekan korban dan saudara datang silih berganti untuk menyampaikan belasungkawa.
Lilik Khoiriyah adalah korban jambret di Jalan Indrapura pada Jumat (20/3). Perempuan 47 tahun itu meninggal dunia pada Rabu (25/3) setelah menjalani operasi tempurung kepala di RSUD dr Soetomo Surabaya. Anang Miftakhul, kakak korban, menuturkan bahwa Indah, panggilan akrab Lilik, selama menjalani perawatan tidak bisa diajak berkomunikasi. Indah hanya terbaring lemas tidak sadarkan diri.
Menurut Anang, kondisi Indah sempat membaik sesaat setelah operasi kepala. Namun, kondisi itu tidak berselang lama. ’’Sempat membaik. Bisa BAB juga. Tapi setelah itu drop lagi,’’ katanya. Dia menambahkan, hingga Rabu malam kondisi Indah semakin buruk dan meninggal pukul 23.00. Kemudian, jenazah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) pada Kamis pagi (26/3).
Sebelum meninggal dunia, Anang dan istrinya, Endang, sempat akan menjodohkan Indah. Sebab, perempuan yang menjadi pegawai tata usaha (TU) SDN Bubutan III itu belum menikah. ’’Jauh sebelum ini sempat kami jodohkan. Katanya sih masih mikir-mikir dulu. Kurang beberapa bulan juga dia mau wisuda,’’ papar Anang.
Dia mengisahkan, seminggu sebelum insiden nahas itu terjadi, Ada perilaku Indah yang dirasa aneh. Dia mengatakan, Indah sering mentraktir saudara-saudaranya untuk makan bersama. ’’Katanya, aku pengin lihat Sampean makan saja,’’ ucap Anang menirukan. Teman-teman sekolahnya pun heran. Indah juga mentraktir semua pegawai dan membereskan semua pekerjaannya di sekolah.
Anang berharap polisi bisa segera mengungkap pelaku kriminal tersebut. Dugaan Anang sangat kuat bahwa adiknya adalah korban jambret. Sebab, tas adiknya hilang dan hanya tersisa talinya. Ditambah keterangan warga dan pengendara yang membantu mengevakuasi adiknya. ’’Iya, daerah itu sering memakan korban. Bukan ini saja. Banyak,’’ ungkapnya.
Dia juga berharap pemerintah memasang kamera pengintai untuk memantau aktivitas lalu lintas. Dengan begitu, segala kejadian terekam. Jika ada kejadian serupa, pelaku bisa segera ditangkap. ’’Jangan ada korban lagi. Cukuplah ini yang terakhir. Saya pasrahkan ke polisi agar menghilangkan kejahatan ini,’’ jelasnya.
Secara terpisah, Kanitreskrim Polsek Bubutan AKP Oloan Manulang mengatakan bahwa pihaknya turut berbelasungawa atas meninggalnya Lilik Khoiriyah. Saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.
Mantan Kanitreskrim Polsek Tandes itu menyebut penjambretan dilakukan dua orang. Satu pelaku berperan menarik tas milik korban yang membuat korban terjatuh dan kepalanya membentur ke jalan. ’’Ini penyelidikan. Anggota sudah menyebar di lapangan,’’ katanya kemarin (27/3).
Pihaknya juga sudah mengecek CCTV di ujung Jalan Indrapura. Namun, menurut dia, CCTV tersebut baru saja dipasang dan belum tersambung dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya. Pihaknya juga mendiskusikan dengan dinas terkait untuk pengadaan kamera pengintai guna memperkuat pengamanan jalur rawan. ’’Terus kami koordinasikan agar bisa dipantau,’’ paparnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
