Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Januari 2020 | 00.31 WIB

Sambut Imlek, Kelenteng Mulai Bersolek

LEBIH JRENG: Petugas mengecat ornamen di pintu Kelenteng Boen Bio, Jalan Kapasan, Simokerto, kemarin. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos) - Image

LEBIH JRENG: Petugas mengecat ornamen di pintu Kelenteng Boen Bio, Jalan Kapasan, Simokerto, kemarin. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)

JawaPos.com - Perayaan Tahun Baru Imlek tinggal sepekan lagi. Berbagai persiapan dilakukan umat Konghucu untuk menyambut datangnya momen istimewa tersebut. Mereka mempercantik rumah ibadah agar jemaat nyaman dan khusyuk dalam berdoa.

Persiapan menyambut Imlek bisa diamati di Kelenteng Boen Bio, Jalan Kapasan, Simokerto. Kelenteng yang dibangun pada 1907 itu ditata dan dipoles sebulan terakhir. Karena dicat ulang, rupa bangunan dan ornamen yang berwarna merah dan kuning keemasan terlihat lebih ngejreng.

’’Tahun ini, persiapan menyambut Imlek memang lebih lama. Banyak bagian bangunan yang sudah usang,” kata Muharrom, penjaga Kelenteng Boen Bio, kemarin (18/1). Pria asal Tulungagung itu menjelaskan bahwa pengecatan ulang dilakukan hampir di seluruh bagian gedung. Mulai tembok, pintu, jendela, hingga ornamen di altar ’’Yang tidak, cuma pilar di tengah kelenteng. Itu sulit digarap,” ungkap Muharrom. Menurut dia, pekerja sempat mengecat ukiran naga yang melingkar di tiang. Namun, pengerjaan dihentikan karena tiang ambrol. ’’Tidak ada semen di tiang. Jadi, kami tak mau mengambil risiko,” tegas Muharrom.

Dia tak menampik bahwa pengecatan membutuhkan waktu lama. Sebab, perlu ketelitian untuk mengubah wajah kelenteng. Terutama saat mengecat ukiran kayu dan tulisan Mandarin yang terpajang di altar.

Selain memoles ulang, persiapan dilakukan dengan mengganti seluruh lampion. Total ada 118 lampu yang diremajakan. Seluruh lampion akan diganti baru dengan nyala yang lebih terang. ’’Ada doa, harapan, dan keinginan yang digantung di lampion. Jadi, hiasan lampu harus menarik,” tegas Muharrom.

Dia menyebutkan bahwa sejumlah ritual akan digelar saat Imlek. Muharrom memperkirakan, umat yang datang sekitar 200 orang. Mereka tidak hanya berasal dari Kota Pahlawan, tapi juga beberapa daerah di sekitar Surabaya

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore