Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Januari 2020 | 03.15 WIB

Hari Pertama Uji Coba Angkot di TIJ: Sepi Penumpang-Retribusi Manual

DILARANG NGETEM DI LUAR TERMINAL: Angkot dan Suroboyo Bus keluar dari TIJ. Hari pertama uji coba banyak penumpang yang tak tahu bila harus naik angkot dari dalam terminal. (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

DILARANG NGETEM DI LUAR TERMINAL: Angkot dan Suroboyo Bus keluar dari TIJ. Hari pertama uji coba banyak penumpang yang tak tahu bila harus naik angkot dari dalam terminal. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com – Uji coba angkot masuk Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) berlangsung kemarin (9/1). Masih banyak warga yang tidak tahu harus masuk terminal untuk naik angkot. Sebab, terlihat banyak warga yang menunggu angkot di luar TIJ. Misalnya, di pertigaan selatan Kebun Binatang Surabaya (KBS) dan halte depan Mapolsek Wonokromo.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Irvan Wahyudrajat menyatakan, uji coba kemarin merupakan tahap awal. Meski begitu, pihaknya terus melakukan evaluasi. Termasuk memaksimalkan angkot untuk bisa masuk ke TIJ. Karena itu, dalam waktu dekat, selter angkot di selatan pintu masuk dibongkar. Termasuk kios di sekitarnya yang menyalahi aturan. ’’Ini masih percobaan awal,’’ katanya.

Selain itu, dishub bekerja sama dengan kepolisian untuk berpatroli dan menindak angkot yang ngetem di luar TIJ. Pihaknya ingin memberikan efek jera bagi angkot yang enggan masuk ke TIJ. ’’Kami juga terus memberikan sosialisasi kepada warga. Jadi, penumpang tak perlu lagi menunggu di angkot di luar terminal,’’ tuturnya.

Ada beberapa syarat agar angkot bisa masuk TIJ. Di antaranya, harus lulus uji kir dan mengantongi izin trayek. Irvan menuturkan bahwa pihaknya masih memberikan kelonggaran. Angkot yang belum melengkapi persyaratan diperbolehkan masuk TIJ hingga Juni. ’’Selama enam bulan tersebut, pihaknya memfasilitasi pemilik angkot untuk ikut uji kelayakan setiap Sabtu,’’ paparnya.

Dishub bakal membantu pemilik angkot untuk melengkapi persyaratan. Dengan begitu, sebelum Juni, seluruh angkot bisa masuk ke TIJ. Menurut Irvan, total ada 500 angkot yang tercatat. ’’Namun, yang aktif sampai saat ini hanya separo. Lainnya mungkin terkendala uji kir dan izin trayek,’’ ujarnya.

Dalam uji coba kemarin, pembayaran retribusi masih manual. Angkot yang masuk terminal membayar karcis Rp 500. Saat keluar, sopir tinggal menempelkan e-payment yang dibawa. ’’Namun, saldonya belum terpotong karena pembayaran manual,’’ jelas Irvan. Bulan depan pembayarannya beralih ke e-payment. ’’Kartu e-payment sudah kami bagikan ke sopir angkot dan Suroboyo Bus,’’ terangnya.

Lamanya waktu ngetem angkot, kata Irvan, sudah diatur setiap koordinator angkot di setiap jurusan. Dengan begitu, waktu ngetem setiap trayek berbeda. Berdasar pantauan, ada sopir yang harus menunggu penumpang hingga angkot penuh. Namun, ada juga yang sistemnya tolkat (notol berangkat). Artinya, jika ada armada di belakangnya, angkot di depannya harus berangkat. Biasanya, sistem tersebut berlaku di jurusan dengan banyak penumpang. Misalnya, di lin D Joyoboyo–Sidorame. Sebaliknya, waktu ngetem lin TV Joyoboyo–PTC bisa lama. Bergantung ada tidaknya penumpang.

Dalam waktu dekat, bus kota masuk ke TIJ. Sebab, dishub sudah berkoordinasi dengan para sopir. Kartu e-payment juga sudah dibagikan. Irvan berharap, dengan adanya TIJ ini, sistem transportasi umum di Surabaya bisa berjalan baik. Warga dapat memarkir kendaraannya dan langsung naik angkutan publik. ’’Keberadaan TIJ juga bertujuan menertibkan angkot yang ngetem sembarangan di Joyoboyo. Dengan begitu, pengguna jalan yang melintas tak terganggu,’’ tandas Irvan

---

Hari Pertama Angkot Masuk TIJ:

- Banyak warga yang belum tahu harus masuk terminal untuk naik angkot.

- Beberapa angkot masih ngetem di luar terminal.

- Pembayaran masih manual.

- Waktu tunggu angkot diatur masing-masing jurusan.

Diolah dari berbagai sumber

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore