Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Januari 2020 | 01.48 WIB

Keluarga Bung Tomo Tak Sepakat Perubahan Nama Jalan

BAKAL DIUBAH: Jalan Bung Tomo menjadi salah satu jalan yang akan berganti nama. Berubah menjadi Jalan Kencana. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos) - Image

BAKAL DIUBAH: Jalan Bung Tomo menjadi salah satu jalan yang akan berganti nama. Berubah menjadi Jalan Kencana. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

JawaPos.com - Perubahan nama Jalan Bung Tomo di Ngagel diprotes para pemerhati sejarah. Mereka datang dalam rapat perubahan nama jalan di Komisi D DRPD Surabaya dengan membawa surat penolakan. Di antara rombongan itu, ada Eddy Endarto yang mewakili keluarga besar Bung Tomo.

”Sebelum rapat, saya bertemu dengan empat putra putri Bung Tomo. Kalau dari keluarga, sebenarnya mereka terluka dua kali,” kata Eddy, Sabtu (4/1). Luka yang pertama tercipta saat rumah Radio Bung Tomo di Jalan Mawar dirobohkan. Bangunan cagar budaya tersebut rata dengan tanah. Janji untuk mengembalikan gedung itu seperti semula juga belum terealisasi sampai sekarang.

Luka yang kedua datang dari usulan perubahan nama jalan tersebut. Nama Jalan Bung Tomo disematkan kali pertama pada era Wali Kota Soenarto. Namanya sengaja disematkan di sana karena ada Makam Bung Tomo di Ngagel. Penamaan itu juga merupakan bentuk protes dari warga Surabaya karena Bung Tomo tak segera ditetapkan sebagai pahlawan.

Meski tidak sepakat dengan perubahan nama jalan tersebut, pihak keluarga Bung Tomo sudah mewakafkan sosok Bung Tomo kepada warga Surabaya. Jika warga menyetujui perubahan nama jalan itu, keluarga akan ikhlas. Namun, jika warga Surabaya menolak, keluarga akan berdiri bersama para warga yang menolak tersebut.

Pendiri Komunitas Roode Brug Soerabaia Ady Seyawan mengusulkan, perubahan nama Jalan Bung Tomo dibatalkan. Sebab, nama itu sudah menjadi penanda makam sang pahlawan. ”Tidak ada jaminan bahwa makam itu akan tetap ada. Sejarah membuktikan bahwa makam bisa direlokasi,” katanya. Apalagi, makam Bung Tomo berada di makam umum Ngagel. Dia disemayamkan di antara rakyat biasa.

Ketua Pansus Perubahan Nama Jalan Khusnul Khotimah menyatakan, pemkot sebenarnya mempunyai niatan tulus untuk menghargai Bung Tomo. Nama jalan di Ngagel yang hanya 1 kilometer akan dipindahkan ke jalan lingkar luar barat (JLLB) yang lebih panjang dan lebar. ”Namun, ternyata tidak sesimpel itu memindahkan jalan. Makanya, kami undang elemen masyarakat yang protes terkait dengan penamaan jalan itu,” kata Khusnul.

Rencana untuk mengundang pihak pemkot dalam rapat lanjutan pekan depan juga diundur. Pansus berencana mengundang para pakar sejarah untuk memberikan masukan secara mendalam.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore