
ANEKA MOTIF: Warga Kedung Cowek mengibarkan kerudung menjelang peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi tersebut sudah berlangsung turun-temurun. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com - Maulid Nabi diperingati warga dengan berbagai cara. Salah satu yang mempunyai tradisi unik adalah warga di kawasan pesisir Kecamatan Bulak, Surabaya. Tiap rumah menyetor kerudung untuk digantung sebagai umbul-umbul di sepanjang jalan kampung.
Suasana Jalan Pantai Kenjeran pun tampak begitu meriah. Ratusan kain berbagai warna dan motif menggantung menghiasi sepanjang jalan tersebut.
Tradisi pasang umbul-umbul itu sudah menjadi kebiasaan warga di RW 2 dan 3, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak. Mereka memasang berbagai jenis kain untuk menyambut Maulid Nabi. ’’Tradisi ini berjalan sejak saya kecil,’’ ujar Ketua RW 2 Samiadi.
Dia mengatakan, sepekan sebelum Maulid Nabi, persiapan sudah dimulai. Tiap rumah memasang selembar kain pada tali yang membentang di sepanjang jalan tersebut. Jenis kainnya bebas. Tidak ada persyaratan khusus.
Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, banyak warga yang menggunakan kerudung. Sebab, itu lebih simpel dan mudah. ’’Jumlah yang dipasang juga tidak dibatasi, semaunya warga. Yang penting berwarna,’’ jelasnya.
Dia menuturkan bahwa pemasangan kerudung itu merupakan ungkapan sukacita warga untuk menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad tersebut.
Samiadi tidak tahu pasti awal mula tradisi itu. Dari cerita pendahulunya, dulu orang-orang kesulitan membuat umbul-umbul saat perayaan 17 Agustus.
’’Jadi, kain seadanya sebagai pengganti. Yang paling penting meriah,’’ katanya.
Selain memasang umbul-umbul, warga menggelar peringatan Maulid Nabi dengan meriah. Sore ini (8/11) akan ada karnaval yang diikuti warga dari dua RW. Peserta harus mengenakan kostum unik dengan berbagai tema.
Selain itu, terdapat gunungan dari buah-buahan dan hasil bumi yang diarak. Yang paling seru adalah tradisi udi-udian. Saat rombongan karnaval melewati depan rumah warga, akan ada yang melempar uang dari atas. Besarannya macam-macam. Mulai Rp 2.000 hingga Rp 10.000.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
