Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 September 2019 | 01.37 WIB

Pelaku dari Geng Kampung Jawara Rekam saat Aniaya Korban

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Motif penyekapan terhadap remaja berinisial NF mulai terkuak. Remaja yang saat itu pamit dari rumah untuk ke rumah neneknya tersebut diduga mampir lebih dulu di Krembangan. Dia datang ke wilayah yang menjadi markas geng Kampung Jawara itu untuk mencari tahu keberadaan handphone-nya yang hilang. NF meyakini ada keterlibatan geng tersebut di balik hilangnya handphone miliknya Sebelum ke Krembangan, di Jalan Rajawali dia sempat mengangkat telepon dari keluarganya.

’’Korban datang untuk mengambil handphone miliknya yang hilang. Informasi yang dia dapat, handphone-nya dibawa anggota geng tersebut,’’ ujar Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya Iptu Giadi Nugraha kemarin (28/9).

Didatangi NF yang disebut-sebut merupakan anggota geng All Star, rival mereka, kelompok remaja itu naik pitam. Terjadilah perkelahian. NF yang datang seorang diri untuk menghadapi 15 anggota kelompok tersebut akhirnya kalah. NF yang sudah lemas kemudian dibawa ke Simo Gunung. ’’Di sana korban kembali dianiaya oleh kelompok yang sama. Tapi, pelaku-pelakunya sudah berbeda dengan penganiaya yang pertama,’’ katanya.

Dianiaya oleh sekelompok orang yang berbeda, NF semakin tidak berdaya. Kondisi tersebut sempat membuat para pelaku panik. Mereka khawatir NF tewas. Karena itu, para pelaku mengurungkan niat membuang korban.

NF lalu dibawa ke sebuah kafe di Menganti, Gresik. Di sana dia disekap. Meski demikian, korban mendapat perlakuan lebih baik. Tetapi, dia sesekali masih dianiaya. Penganiayaan itu pun direkam, lalu diunggah di Facebook sampai viral. ’’Korban dirawat, dikasih makan supaya kondisinya membaik karena pelaku takut korban meninggal,’’ ucapnya.

Cerita tersebut berdasar keterangan sembilan anggota geng yang menjadi tersangka di Polrestabes Surabaya. Kini polisi masih menyidik kasus itu dengan memeriksa saksi-saksi, termasuk para tersangka. ’’Motifnya sementara karena sentimen kelompok. Mereka tidak terima dengan korban karena berbeda kelompok. Selebihnya masih kami dalami,’’ tuturnya.

Selain itu, polisi kini masih memburu seorang pelaku berinisial D. Remaja tersebut kabur saat polisi menangkap sembilan temannya di Menganti. ’’Kami sudah kantongi identitasnya. Kami yakin tidak lama lagi dia akan tertangkap,’’ katanya.

Polisi juga akan terus mengembangkan kasus tersebut. Tidak tertutup kemungkinan, akan ada tersangka lain yang dikejar. Sebab, penganiaya korban lebih dari sepuluh orang. ’’Akan kami sidik sampai tuntas. Sekarang masih kami kembangkan. Ada kemungkinan jumlah tersangka bertambah,’’ ujarnya.

Selain luka fisik, NF juga mengalami trauma. Kini, dia sudah kembali ke keluarganya dan dirawat di rumah. ’’Kondisinya ada trauma, tapi sudah membaik. Sekarang sudah sama keluarganya,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, NF disekap sekelompok remaja dari geng Kampung Jawara. Penganiayaan dan penyekapan itu tidak terlepas dari perselisihan antargeng. NF disebut-sebut menjadi anggota geng All Star, rival Kampung Jawara. Dua geng itu kerap berselisih. 

---

Langkah Menangani Geng Kampung Jawara

1. Menyidik kasusnya hingga tuntas.

2. Mengembangkan penyelidikan untuk mencari tersangka lain. Salah satunya, mencari bukti-bukti baru dan memeriksa saksi-saksi.

3. Mengupayakan diversi untuk tersangka karena kebanyakan tersangka masih di bawah umur.

4. Menahan tersangka di Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore