
RETAK-RETAK: Akibat musim kemarau panjang, lahan tambak di Lantamal V gersang. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com – Tidak banyak yang dilakukan Kusnoto kemarin (20/9). Penyewa lahan Lantamal V itu hanya mencangkul tanah dari lahan yang sudah dijadikan tambak tersebut. Kondisinya kering. Bahkan, beberapa tanah tambak di Jalan Wonosari Besar, Ujung, itu sudah pecah dan membentuk petak-petak. Kusnoto menyebutkan, fenomena itu disebabkan kemarau panjang.
’’Sejak Juli lalu. Sekarang kondisinya tambah parah,’’ ujar pria 65 tahun itu. Dia menerangkan, kondisi tersebut membuat usaha tambak bandengnya tidak berjalan. Selama tiga bulan ini dia tidak panen sama sekali. Menurut dia, kerugiannya sekitar Rp 9 juta. ’’Sebab, saya hanya mengandalkan air hujan,’’ ungkap pria asal Mrutu Kalianyar tersebut sembari menyeka keringatnya.
Memang, lahan itu sempat dialiri air dari laut. Namun, aliran dari utara tersebut sudah difungsikan untuk aktivitas lain. ’’Jadi, tidak ada lagi yang mengalir ke sini,’’ ungkapnya.
Kondisi kekeringan yang terjadi selama tiga bulan belakangan, kata dia, juga menghasilkan fenomena unik. Tepatnya di utara. ’’Bagian tanah yang bawah kering. Atasnya dipenuhi garam,’’ jelasnya. Butiran-butiran putih itu tampak di semua sudut lahan. ’’Tapi, sama pemiliknya dibiarkan begitu saja,’’ ungkap Kusnoto.
Dari pengalamannya, musim kemarau tahun ini memang terbilang parah. Lima petak lahan yang disewa kering. ’’Paling kecil ada yang setengah hektare. Paling luas 1 hektare. Semua belum bisa digunakan,’’ jelasnya.
Beberapa waktu lalu dia mengganti usahanya di bidang sayuran, tetapi tidak berlangsung lama. Sebab, sayuran-sayuran tersebut dicuri orang yang tidak bertanggung jawab. ’’Karena itu, saya menunggu musim hujan tiba saja,’’ ungkapnya pasrah. Untuk memaksimalkan waktu, setiap pagi hingga siang dia membajak lahan tambak untuk dibuat aliran air.
Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya Fajar Setiawan menuturkan, musim kemarau tahun ini lebih panjang. ’’Musim kemarau masih berlangsung sampai akhir Oktober,’’ paparnya. Dia menjelaskan, sebagian besar wilayah Jawa Timur diprediksi baru memasuki musim hujan awal November. ’’Sebagian kecil ada yang akhir Oktober,’’ ungkapnya.
Fajar mengimbau warga, terutama yang berada di pesisir utara Suramadu, agar mempersiapkan diri menghadapi perubahan musim. Terkait kekeringan, kata dia, warga juga bisa menyirami halamannya untuk mencegah pergerakan debu. ’’Untuk menghindari terserang penyakit paru-paru,’’ jelasnya. Sebab, intensitas panas yang tinggi plus pergerakan angin laut bisa mengganggu kesehatan warga. Khususnya nelayan. ’’Harus selalu waspada,’’ ucap Fajar.
Di bagian lain, pengamat lingkungan dari Tunas Hijau Zamroni menerangkan bahwa musim kemarau yang lebih panjang dan kekeringan merupakan dampak perubahan iklim. Kondisi itu tidak boleh dianggap sepele.
Diperlukan langkah antisipasi ke depannya. Salah satunya, masyarakat bisa membuat sumur resapan dan lubang biopori. Dengan begitu, ketika musim kemarau datang, ada cadangan air yang bisa digunakan. ’’Air hujan masuk ke sumur resapan dan lubang biopori. Itu bisa menjadi cadangan di musim kemarau,’’ ungkapnya. Selain itu, menanam pepohonan di sekitar lahan berfungsi untuk menimbun air di akar-akar pohon.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
