
Photo
JawaPos.com - Perburuan jaringan narkoba Sokobanah, Sampang, terus berlanjut. Yang terbaru, anggota Polda Jatim membekuk tiga polisi yang terlibat dalam jaringan itu. Selama ini mereka berdinas di Polres Sampang dan Polsek Sokobanah.
Ketiganya berinisial S, ES, dan WA. Polda Jatim menjebloskan mereka ke bui. Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera mengatakan, kasus tersebut terungkap dari kecurigaan sebuah truk ekspedisi yang akan menuju ke Sukobanah, Sampang, Madura. Saat melakukan penggeledahan, petugas menemukan 13 pipa lem perekat kaca. Polisi curiga. Sebab, di dalam paket yang dikirim tersebut tidak tertera alamat. Hanya ada nomor telepon Namun, nomor itu saat dikontak ternyata tidak aktif.
Pendalaman dilakukan. Pipa dibuka. Petugas menemukan 1084,25 gram sabu-sabu (SS). Setiap pipa berisi 70 gram SS. Karena pengirim belum diketahui, petugas mengembangkan penyelidikan. Polisi memeriksa anggota bhabinkamtibmas setempat. Salah satunya Brigadir ES. Dia dianggap mengetahui kejadian di wilayahnya. Awalnya, ES tidak mengaku. Tidak kehilangan akal, ES menjalani tes urine. Hasilnya, dia terungkap sebagai pengguna SS. Dari sana, kasus itu kemudian berkembang.
Dari pemeriksaan ES, terungkap keterlibatan polisi lain. Yakni, Aipda S dan Brigadir WA. ’’Keterlibatan pelaku dalam memuluskan jaringan narkoba ini belum kami ketahui secara pasti. Sebab, pemeriksaan masih kami lakukan,’’ kata pria berpangkat tiga melati di pundaknya itu.
Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardhiman yakin ES, S, dan WA berperan penting dalam memuluskan bisnis haram tersebut. Salah satunya sebagai back up bandar narkoba jaringan Sokobanah, Sampang. Sebab, semua nomor pelaku jaringan Sokobanah tersimpan di handphone tiga polisi tersebut. Selain itu, beberapa nomor yang ditengarai terlibat dalam jaringan tersebut berhasil didapat.
Meski demikian, Budhi belum bisa memastikan apakah ketiganya terlibat dalam pendistribusian narkoba dari Myanmar, Malaysia, dan berakhir di Kecamatan Sukobanah atau tidak. Hingga kini, pemeriksaan masih dilangsungkan.
Pelaku lainnya pun segera diketahui. ’’Kalau untuk melobi petugas lain dalam hal pemeriksaan, kami belum pastikan kebenarannya. Meski ada kemungkinannya. Namun, tetap harus kami pastikan dulu,’’ kata Budhi di Polda Jatim kemarin (5/8).
Dari hasil pemeriksaan juga terungkap bahwa ES, S, dan WA mendapat upah Rp 200 ribu–Rp 300 ribu dari jaringan Sokobanah. Upah tersebut mereka peroleh setiap berkunjung ke markas bandar di bukit. Meski kecil, jika dijumlahkan setiap bulan, upah yang mereka peroleh cukup besar. Sebab, mereka hampir setiap hari berkunjung ke lokasi tersebut. Selain itu, mereka bisa mendapatkan SS untuk dikonsumsi secara cuma-cuma.
Budhi menambahkan, lima pelaku lainnya kini masih diburu. Mereka diketahui terlibat dalam bisnis haram itu dari hasil pemeriksaan data di handphone pelaku. Kelimanya ditengarai sebagai pengedar dan bandar dari Malaysia.
Dia menjelaskan, Kecamatan Sokobanah berbeda dengan daerah Bangkalan. Kawasan tersebut bukan tempat memproduksi narkoba. Melainkan murni sebagai tempat mengepul narkoba yang dikirim dari Malaysia.
Dalam hal ini, pengusutan terhadap jaringan narkoba internasional akan terus dilakukan. Khususnya keterlibatan petugas bea cukai. Sebab, ada keganjilan pada sistem pengawasan bea cukai.
Terbongkar dari Paket Lem Kaca

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
