
Sambari Halim. (Pemkab Gresik)
JawaPos.com - Pilbup Gresik pada 2020 mendatang jadi panggung terakhir bagi Sambari Halim Radianto. Sebab, alumnus doktoral Universitas Airlangga (Unair) itu sudah dua periode menjabat sebagai bupati. Dia tak bisa kembali mencalonkan diri sebagai bupati.
Namun, belakangan, muncul desas-desus bahwa bukan tidak mungkin Sambari nanti diajukan sebagai wakil bupati (Wabup). Bahkan, bisa jadi dia kembali berpasangan dengan Moh. Qosim. Artinya, Qosim maju sebagai cabup dan Sambari menjadi Wabup. Bertukar posisi. Dua periode sebelumnya SQ, mendatang QS.
Benarkah? Saat ditanya soal itu, bupati yang pernah menimba ilmu di Harvard University, AS, tersebut hanya tersenyum. Jawabannya terkesan diplomatis alias bersayap. ”Selama aturan memungkinkan, kanberarti tidak ada larangan. Jadi, itu sah-sah saja,” kata pria kelahiran Lowayu, Dukun, itu.
Sambari menyebutkan, berbagai isu seputar pencalonan nanti adalah hal yang wajar. Tidak terkecuali kabar bahwa Sambari akan bertukar posisi dengan Moh. Qosim. ”Ending-nya seperti apa, biar masyarakat yang menentukan,’’ ucapnya.
Yang jelas, Sambari tengah fokus menyelesaikan tugasnya sebagai bupati periode kedua. Artinya, masih ada waktu 16 bulan lagi. ”Bagi saya, itu adalah prioritas yang harus dikerjakan,” ujarnya.
Sambari tidak menampik bahwa masih cukup banyak kekurangan dalam kurun waktu 10 tahun pemerintahannya. ”Saya sadar, pasti ada kekurangan. Makanya, saya berharap suksesi bisa jadi solusi,’’ paparbupati yang pernah menjabat ketua DPD Partai Golkar Gresik itu.
Dia berharap panggung pilkada nanti menghasilkan suksesi yang positif. Capaian-capaian pembangunan selama masa pemerintahannya yang berdampak positif bagi publik bisa dilanjutkan. Sementara itu, kekurangannya dapat dibenahi. ”Dan apa-apa yang belum ada di Gresik, selama inovatif dan positif untuk masyarakat, perlu terus dimunculkan atau dikembangkan,” ungkapnya.
Namun, dia enggan menyebut sosok yang ideal sebagai bupati Gresik ke depan. ”Soal siapa, sekali lagi, biarkan masyarakat yang menilai,” tuturnya.
Sambari memang masih memungkinkan untuk jadi Wabup. Sebab, dia baru satu periode menjabat sebagai Wabup. Yakni, saat berpasangan dengan Robbach Mashum pada 2000–2005. Ketika itu, pasangan Robbach-Sambari diusung PKB dan berkoalisi dengan PDIP.
Nah, sejauh ini, belum ada larangan bupati yang sudah dua periode maju sebagai calon Wabup. Hal tersebut setidaknya pernah terjadi di Kota Surabaya. Saat itu, Bambang D.H. yang sudah dua periode menjadi wali kota maju sebagai wakil wali kota dan terpilih mendampingi Wali Kota Tri Rismaharini.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
