Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Juli 2019 | 23.01 WIB

Ditinggalkan Ibunya di Osowilangun, Keluarga Jemput Aulia di Liponsos

BERSATU KEMBALI: Aulia Izzatunissa (tengah) tertawa senang saat bertemu dengan kakaknya, Indra Pratama (kanan), yang menjemputnya di UPTD Liponsos Kalijudan kemarin (16/7). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos) - Image

BERSATU KEMBALI: Aulia Izzatunissa (tengah) tertawa senang saat bertemu dengan kakaknya, Indra Pratama (kanan), yang menjemputnya di UPTD Liponsos Kalijudan kemarin (16/7). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)

JawaPos.com - Aulia Izzatunissa, 3, yang ditemukan telantar di warung daerah Osowilangun pada Minggu (7/7) bertemu dengan keluarganya. Dia girang bukan kepalang. Kini pihak keluarga akan membawanya pulang ke Bojonegoro.

Ketika melihat kakaknya, Indra Pratama, mengunjungi UPTD Liponsos Kalijudan, Mulyorejo, kemarin (16/7), bocah tiga tahun itu memeluk erat sang kakak. Dua pakdenya, yakni Moh. Nardi dan Pakariyanto, juga turut serta. Mereka menciumi Aulia sembari mengelus kepalanya.

Suasana haru semakin terlihat ketika Aulia bercakap-cakap dengan Indra. ’’Ayo main,’’ katanya pelan. Indra menganggukkan kepala. Ponsel milik Nardi mereka ambil. Keduanya memainkan game. Tidak berselang lama, tangis mereka berubah jadi tawa ’’Saya senang sekali akhirnya bisa bertemu dia,’’ ucap Nardi.

Dua belas hari sudah Aulia menginap di Liponsos Kalijudan. Sejak datang pada Minggu (7/7), keadaan Aulia semakin membaik.

Sebelumnya, dia demam saat ditemukan telantar. Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos, Aulia ditinggalkan sang ibu, Makna Hidayah, yang pergi entah ke mana. Dia lantas dibawa ke UPTD Liponsos Kalijudan oleh petugas untuk mendapatkan penanganan.

Tidak heran jika muncul spekulasi tentang Aulia. Petugas mencurigai dia tunawicara. Sebab, Aulia tidak mau bicara. Namun, dugaan itu patah. Nardi mengatakan bahwa Aulia termasuk anak yang aktif berbicara.

Nardi mengungkapkan bahwa Makna Hidayah, ibu Aulia, mengalami gangguan kejiwaan. ’’Itu terjadi karena Makna ada masalah dengan suaminya,’’ kata Nardi. Karena itu, kondisi psikologisnya terganggu. Dia jadi sering bepergian ke tempat-tempat di luar Bojonegoro untuk menenangkan diri.

Meski demikian, dia tidak menyangka Makna membawa Aulia ke Osowilangun. Terlebih sampai menelantarkannya. Sebab, menurut pengakuan Nardi, Makna tidak pernah membawa Aulia ketika bepergian. Dia menitipkan bocah itu pada kakaknya, Pakariyanto, yang rumahnya berdempetan dengan rumah Makna. ’’Saya kaget dan shock,’’ tuturnya.

Nardi menerangkan, pihaknya sepakat membawa Aulia pulang. Sejumlah persyaratan yang dibutuhkan telah dipenuhi. Antara lain, KK, akta kelahiran, dan KTP.

Selain itu, pihaknya akan membawa Makna Hidayah yang kini di RSJ Menur. ’’Setelah itu langsung pulang ke Bojonegoro,’’ jelasnya.

Kepala UPTD Liponsos Kalijudan Nanik Winarsih menerangkan, kedatangan keluarga Aulia sudah diinformasikan polisi Bojonegoro pada Kamis (11/7). Awalnya, Nanik berkomunikasi dengan Pemkot Bojonegoro untuk memastikan keaslian data.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore