
TEROBOSAN: Kombespol Sandi Nugroho menunjukkan aplikasi pelayanan online. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
JawaPos.com - Polisi semakin mempermudah masyarakat untuk mengakses layanannya. Salah satu bentuknya adalah menciptakan aplikasi Jogo Suroboyo yang diluncurkan hari ini. Dengan aplikasi itu, melaporkan kejahatan cukup lewat HP. Tersedia pula panic button.
Aplikasi tersebut dilengkapi sejumlah fitur yang terhubung langsung ke pusat layanan kepolisian. Salah satunya fitur laporan. Fitur tersebut berfungsi bagi masyarakat yang ingin membuat laporan. ”Jadi, tidak perlu repot-repot datang ke SPKT (sentra pelayanan kepolisian terpadu),” ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho kemarin (10/7).
Melalui fitur itu, masyarakat bisa melaporkan dugaan tindak pidana yang dialami. Ada beberapa jenis pelanggaran hukum yang bisa dipilih. Mulai pencurian, penggelapan, penganiayaan, sampai kasus-kasus asusila seperti pelecehan seksual.
Sandi mengatakan, fitur tersebut sudah terhubung dengan SPKT online di Mapolrestabes Surabaya. Data yang masuk akan ditampung petugas yang sudah stand by 24 jam nonstop. ”Jam berapa pun pasti diterima,” katanya.
Setelah laporan masuk, petugas akan menghubungi pihak pelapor untuk memberikan petunjuk terkait langkah selanjutnya yang harus dilakukan. Hal itu juga berlaku pada fitur pengaduan. Misalnya, ada temuan dugaan pelanggaran hukum yang tidak terkait langsung dengan pihak yang melaporkan atau mengadukan. Contohnya, melihat orang mabuk-mabukan di jalan atau orang yang berkendara ugal-ugalan.
Khusus untuk kejahatan jalanan, Sandi menyatakan, aplikasi tersebut sudah dilengkapi panic button. Pengguna aplikasi bisa menekan tombol tersebut ketika menjadi korban kejahatan. ”Misalnya kalau dijambret. Tinggal buka aplikasi itu langsung tekan tombol merah di paling bawah,” paparnya.
Tombol tersebut akan terhubung ke Command Center (CC) Polrestabes Surabaya. Secara otomatis, petugas di CC akan melacak lokasi korban yang menghubungi. Setelah itu, petugas akan mengecek jenis kejahatan yang dialami.
Nah, petugas di CC akan memberikan arahan kepada korban terkait tindakan yang harus dilakukan. Petugas yang lain akan menghubungi anggota reserse kriminal (reskrim) yang berada di lapangan. Khususnya, yang berada di dekat tempat kejadian perkara (TKP). ”Karena sudah dilengkapi GPS (global positioning system) yang terhubung ke ponsel anggota,” kata Sandi.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
