
BERPRESTASI: Rektor Unair Prof M. Nasih (kiri) berdialog dengan para calon mahasiswa yang lolos SBM PTN di Kampus C Unair kemarin. (Robertus Risky/Jawa Pos)
JawaPos.com - Lima peserta workshop jalur seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN) dan mandiri Universitas Airlangga (Unair) begitu gembira di Aula Garuda Mukti kemarin (22/6). Sebab, mereka mendapat kejutan tak terduga oleh Rektor Unair Prof M. Nasih. Yakni, diterima langsung SBM PTN Unair.
Mereka adalah Ahmad Alifiandy di prodi psikologi, Alviana Dewi (prodi sosiologi), Alifia (prodi ekonomi pembangunan), Hasnia Salma (prodi ilmu gizi), dan Adelia Oktavia Putri (prodi ilmu sejarah).
Lima peserta tersebut lolos karena prestasi akademik dan nonakademik yang dimiliki selama duduk di bangku SMA. Apresiasi prestasi itu diberikan secara terbuka di hadapan ratusan peserta sosialisasi SBM PTN dan mandiri Unair kemarin.
Alifia mengatakan, selama duduk di bangku SMAN 8 Surabaya, deretan prestasi pernah diraihnya. Salah satu prestasi bergengsinya adalah menjadi juara I nasional lomba lingkungan hidup yang digelar Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM). ’’Di sekolah, saya juga aktif di bidang lingkungan. Menelurkan inovasi dan akhirnya menang tingkat nasional. Lomba ini berjenjang,’’ katanya.
Kebetulan, Alifia memiliki nilai ujian tulis berbasis komputer (UTBK) 592. Dia mendaftar Prodi Ekonomi Pembangunan Unair dan berharap diterima. ’’Nilai matematika saya 600,’’ ujarnya.
Prof Nasih menyatakan, jumlah pendaftar SBM PTN di Unair per pukul 14.00 kemarin mencapai 17 ribu orang. Jumlah tersebut masih kurang dari separo pendaftar SBM PTN Unair tahun lalu. Hal itu disebabkan sistem baru penggunaan UTBK dalam SBM PTN.
’’Persaingan masih agak rendah. Sebab, orang tua dan calon mahasiswa baru (camaba) sekarang sudah tahu nilainya. Jadi, mereka tidak perlu gambling seperti dulu. Nilainya yang rendah biasanya memilih PTN yang mungkin di bawah Unair,’’ katanya.
Sementara itu, para pemilik nilai UTBK tinggi percaya diri memilih PTN favorit. Di Unair, pendaftarnya memiliki rata-rata nilai UTBK tinggi. Karena itulah, disarankan pendaftar UTBK di Unair memiliki nilai UTBK di atas 600 sehingga kemungkinan diterima lebih tinggi. ’’Ibaratnya, nilai UTBK tinggi saja belum tentu diterima. Apalagi UTBK-nya rendah, peluang diterimanya juga kecil,’’ ujarnya.
Nasih menjelaskan, angka di atas 600 tersebut diambil berdasar pengalaman SBM PTN tahun lalu. ’’Itu hanya gambaran. Peserta yang diterima sangat bergantung dengan komposisi pendaftar di masing-masing prodi,’’ kata dia.
Sementara itu, pada kegiatan workshop jalur SBM PTN dan mandiri, Nasih juga memberikan kesempatan bagi para peserta SBM PTN yang hadir untuk diterima langsung masuk Unair. Syaratnya, memiliki prestasi akademik maupun nonakademik. ’’Saya beri kesempatan ini agar ada keterbukaan sehingga masyarakat luas tahu yang bersangkutan. Meskipun nilai UTBK kurang dari 600, mereka bisa diterima karena ada prestasi. Dan ini dilakukan secara terbuka,’’ ujarnya.
Photo

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
