Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Juni 2019 | 01.31 WIB

Sukses Pisahkan Kembar Siam di Cirebon

SATU SELAMAT: Bayi Rahmah dan Rahimah sebelum dipisahkan kemarin. (RSUD dr Soetomo for Jawa Pos) - Image

SATU SELAMAT: Bayi Rahmah dan Rahimah sebelum dipisahkan kemarin. (RSUD dr Soetomo for Jawa Pos)

jawaPos.com - Tim Pusat Pelayanan Kembar Siam Terpadu RSUD dr Soetomo kembali berhasil menangani bayi kembar siam kemarin (20/6). Namun, untuk kali ini, bayi kembar siam tidak dipisahkan di fasilitas kesehatan milik Pemprov Jatim itu, tetapi RSUD Gunung Jati Kota Cirebon, Jabar. Sebab, dua bayi tersebut sudah harus cepat-cepat dipisahkan karena salah satunya menderita pneumonia.

Mereka adalah Rahmah Rizqiyyah Azzahra dan Rahimah Rizqiyyah Azzahra. Dua bayi kelahiran 10 Oktober 2018 itu mengalami kembar siam jenis thoracoabdominopagus. Yakni, dempet bagian dada. Mulai tulang dada bagian atas hingga perut. Jantung dan organ pencernaannya terpisah. Sementara itu, hatinya hanya satu. Berat keduanya 12 kilogram.

Ketua Forum Pers RSUD dr Soetomo dr Urip Murtedjo SpB-KL mengatakan baru menerima konsultasi bayi kembar siam itu pada Rabu (19/6) dari RSUD Gunung Jati. Menurut dia, awalnya, dua bayi tersebut akan dirujuk dan dioperasi di RS Hasan Sadikin Bandung. Namun, karena dua bayi itu sudah mengalami gawat darurat, proses operasi dilakukan di Cirebon. Jika tidak segera dipisahkan, keduanya bisa meninggal.

”Bayi sudah mengalami kondisi gawat darurat karena penyakit yang mereka derita. Karena itu, kami segera mengirim tim untuk menangani kasus tersebut,” ucap Urip.

Dia mengungkapkan, tim dari RSUD dr Soetomo yang bertolak ke Cirebon adalah dr Purwadi SpBA, dr Agus Harianto SpA (K), dr Machruf SpA (K) Jantung, dan dr Pudjo SpA. Empat dokter tersebut tiba di Cirebon kemarin dini hari (20/6).

Urip menjelaskan, bayi Rahmah datang ke RSD Gunung Jati dengan keluhan demam disertai batuk dan sesak. Saat di IGD, dia masih tampak aktif bergerak dan menangis. Sementara itu, keadaan Rahimah lebih akut daripada saudaranya. Dia menderita demam disertai batuk dan sesak yang disertai kejang.

Bayi tersebut berhasil dipisahkan. Operasinya dimulai kemarin pukul 10.00. Namun, satu bayi tidak bisa diselamatkan. Hingga kemarin pukul 17.36, bayi yang selamat masih mendapatkan perawatan intensif dan belum sadar. ”Biasanya akan sadar 2–3 hari lagi,” jelas Urip.

Terkait pemisahan bayi kembar siam di luar RSUD dr Soetomo, kata Urip, tim pusat pelayanan kembar siam terpadu sudah memiliki standard operating procedure (SOP). ”Kemarin kami mendapatkan surat resmi dari direktur RSUD Gunung Jati dan surat rujukan pasien,” tuturnya

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore