Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Juni 2019 | 01.42 WIB

Tes Potensi Akademik Masuk SMP, Siswa Keluhkan Soal Numerik

MELIRIK: Sejumlah siswa lulusan SD/MI mengikuti tes potensi akademik untuk mendaftar di SMPN 1 Surabaya kemarin (17/6). (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos) - Image

MELIRIK: Sejumlah siswa lulusan SD/MI mengikuti tes potensi akademik untuk mendaftar di SMPN 1 Surabaya kemarin (17/6). (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

JawaPos.com - Ribuan calon peserta didik baru (CPDB) jalur zonasi kawasan jenjang SMPN mengikuti tes potensi akademik (TPA), Senin (17/6). Dalam waktu dua jam, para peserta harus menyelesaikan 185 soal dengan tiga jenis soal. Salah satu jenis soal yang paling dikeluhkan adalah numerik.

Diah Ayu Wulandari, salah seorang peserta yang mengikuti tes di SMPN 6 Surabaya, mengatakan sedikit mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal TPA. Bahkan, waktu dua jam tidak cukup untuk mengerjakan seluruh soal tersebut. ’’Ada beberapa soal yang tidak saya kerjakan. Tidak cukup waktunya,” katanya.

Siswa lulusan SDN Barata Jaya, Gubeng, itu mengatakan bahwa soal numerik menjadi salah satu yang tersulit Meski begitu, dia tetap optimistis dengan hasil TPA yang telah dikerjakan. ’’Saya berharap bisa lolos PPDB. Ingin masuk SMPN 6 Surabaya,” ujarnya.

Kepala SMPN 6 Surabaya Ahmad Sya’roni mengungkapkan, total ada 520 anak yang mengikuti TPA di SMAN 6. Mereka terbagi di 26 ruang yang dijaga ketat oleh tim dari Universitas Airlangga (Unair). ’’Tidak ada kendala teknis. Tidak ada juga siswa yang salah lokasi atau ruang,” tuturnya.

Tahun ini SMPN 6 menyediakan lima kelas untuk jalur zonasi kawasan. Masing-masing berisi 32 siswa. Untuk jalur zonasi umum disediakan kuota enam kelas dan mitra warga 60-an anak. ’’Penilaiannya nanti melihat nilai TPA dan ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Pengolahan nilainya nanti langsung oleh tim dispendik. Kami hanya menerima hasil,” ujarnya.

Pelaksanaan TPA di SMPN 1 Surabaya juga lancar. Para peserta TPA pun begitu optimistis dengan soal yang dijawabnya. Salah seorang peserta TPA di SMPN 1 Diva Selwa mengatakan telah menyelesaikan soal TPA dengan lancar. Dia optimistis bisa mendapatkan nilai TPA yang bagus. Apalagi, dia juga berhasil memperoleh nilai 27,5 pada USBN. ’’Sudah belajar dari sebulan lalu, alhamdulillah tadi bisa semua,” kata alumnus SDN Ploso I Surabaya itu.

Sekretaris Dinas Pendidikan Surabaya Aston Tambunan mengatakan, pelaksanaan TPA terpantau lancar berkat kerja sama antara panitia, peserta, dan orang tua yang cukup baik.

Sementara itu, persoalan PPDB di SD negeri belum selesai. DPRD Surabaya menerima laporan dari orang tua calon siswa yang menduga ada pungutan dalam penerimaan siswa.

Laporan yang salinannya diterima Jawa Pos itu dibuat Mursiti yang tinggal di Tenggumung Baru Selatan. Dia mempersoalkan putrinya yang tidak masuk SDN Simokerto VI. Menurut Mursiti, dirinya sudah melengkapi data-data yang diminta pihak sekolah. Tapi, ternyata putrinya tetap tidak bisa masuk pagu di sekolah yang beralamat di Jalan Sidotopo Wetan 112 itu.

”Pada Senin, 27 Mei 2019, saya dihubungi melalui WA (WhatsApp) bahwa pihak kepala sekolah meminta transfer uang untuk syarat agar anak saya diterima sekolah,” tulis Mursiti dalam laporannya. Meski demikian, Mursiti tidak menggubris permintaan tersebut.

Soal permintaan uang, Kasek SDN Simokerto VI Ari Agustini membantahnya. Dia mengungkapkan bahwa pada 27 Mei itu nomor WA dirinya dibajak. Dia mendapatkan pesan untuk mengeklik link tertentu sehingga handphone-nya langsung mati selama dua jam. Setelah itu, dia pun tak bisa mengakses lagi WA-nya tersebut.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore