Petugas DPKP saat mengevakuasi pekerja gondola yang terjebak di lantai 26 sebuah apartemen di kawasan Jalan Pakuwon Indah, Surabaya, Senin (2/3). (Dokumentasi DPKP Surabaya)
JawaPos.com - Insiden meninggalnya seorang pekerja pembersih kaca, saat bertugas menggunakan gondola di Tower B Apartemen Waterplace Residence Surabaya pada Senin sore (2/3), sedang menjadi perbincangan publik.
Kecelakaan kerja tersebut diduga terjadi akibat hujan deras disertai angin kencang yang sore itu tengah melanda Kota Pahlawan. Akibatnya, korban berinisial ES, 51 tahun, terjebak di ketinggian lantai 26 dan meninggal dunia.
Detik-detik pekerja gondola terjebak di ketinggian saat cuaca ekstrem viral di media sosial. Dari video yang beredar, tampak seorang laki-laki bergelantungan. Tubuhnya terombang-ambing di ketinggian terbawa angin.
Bahkan beberapa kali, tubuh korban terlihat berputar dan membentur dinding kaca gedung, sementara tali pengaman yang menahannya tampak menegang. Situasi ini memicu kepanikan warga yang menyaksikan dari bawah.
Kapolsek Wiyung, Kompol Lya Ambarwati mengatakan pihaknya telah melakukan penanganan awal, seperti olah TKP. Selanjutnya, penyelidikan dilakukan oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya.
"Diambil alih Polres (Polrestabes Surabaya). Sesuai juk (petunjuk) Kapolres begitu, Kasat Reskrim Polres ambil alih penanganannya (kasus pekerja meninggal di gondola apartemen)," tutur Kompol Lya, Selasa (3/3).
Dikonfirmasi terpisah oleh JawaPos.com, pelaksana tugas (Plt) Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto membenarkan bahwa Satreskrim Polrestabes tengah melakukan penyidikan terhadap insiden tersebut.
"Iya benar (insiden tewasnya pekerja pembersih kaca saat menggunakan gondola di Apartemen Waterplace Residence Surabaya, sedang diselidiki Satreskrim Polrestabes Surabaya)," ucapnya kepada JawaPos.com, Selasa (3/3).
Di sisi lain, Manajemen Waterplace Residence Surabaya mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya seorang pekerjanya berinsial ES dalam kecelakaan kerja yang terjadi pada Senin sore kemarin.
"Pertama-tama, mewakili manajemen saya mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya saudara ES," ucap Building Manager Water Place Residence, Melly Muryana kepada JawaPos.com, Selasa (3/3).
Manajemen Waterplace Residence berjanji akan kooperatif selama proses penyelidikan polisi terkait insiden tersebut. "Kami akan kooperatif dan mengikuti proses hukum yang berlaku," pungkasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
