
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6.4 mengguncang kembali Pacitan pada Jumat (6/2). (Dokumentasi BMKG)
JawaPos.com - Dalam kurun waktu kurang dari sebulan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dua kali diguncang gempa bumi tektonik. Gempa pertama terjadi pada Selasa (26/1) pukul 08.20 WIB dengan magnitudo 5,5.
Berselang dua pekan, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6.4 mengguncang Pacitan pada Jumat (6/2) pukul 01.06 WIB. Berbeda dengan gempa sebelumnya yang berpusat di daratan, pusat gempa pagi ini berada di laut.
Pusat gempa tepatnya berada pada koordinat 8.99 LS dan 111.18 BT atau 90 kilometer tenggara Pacitan dengan kedalaman 10 kilometer. Getaran terasa hingga Yogyakarta, Trenggalek, Wonogiri, Malang, bahkan Surabaya.
Rentetan gempa ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri di masyarakat. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan Pacitan memang masuk dalam wilayah rawan gempa besar.
Pasalnya, daerah pesisir yang terletak di ujung barat daya Provinsi Jawa Timur ini, kata Daryono, berhadapan dengan megathrust Jawa. Kemudian banyak teluk dan pantai sempit yang menyebabkan amplifikasi gelombang.
"Pacitan ini sering muncul dlm tsunami historis (gempa besar disertai tsunami yang tercatat dalam sejarah), seperti catatan Tsunami tahun 1859 dan tahun 1840," tutur Daryono ketika dikonfirmasi awak media, Jumat (6/2).
Selain itu, Daryono menyebut potensi gempa besar di Pacitan juga dipengaruhi oleh posisinya yang berada di atas segmen slab landai. Hal ini memicu kopling subduksi kuat dan berpotensi menimbulkan gempa besar.
"Gempa Pacitan tadi pagi (magnitudo 6.4) itu termasuk jenis gempa Megathrust, yang tergambar dari mekanisme sumbernya berupa pergerakan naik (thrusting) dengan kedalaman dangkal," imbuhnya.
Namun masyarakat tidak perlu khawatir berlebih. Sebab, gempa Pacitan terbaru tidak berpotensi menimbulkan tsunami dan berdasarkan pemantauan BMKG, gempa susulan tercatat kurang dari magnitudo 5.
"Tampak melemah sehingga kecil kemungkinan terjadi gempa susulan yang lebih besar. Patut disyukuri bahwa gempa Pacitan ini tidak mencapai magnitudo 7.0, karena jika itu terjadi dapat berpotensi tsunami," tukas Daryono.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
