Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Januari 2026 | 18.23 WIB

Seribu Pendidik Ramaikan Program Talenta Digital Jawa Timur

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa resmi menaikkan UMP 2026 menjadi Rp 2.446.880. (Humas Pemprov Jatim) - Image

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa resmi menaikkan UMP 2026 menjadi Rp 2.446.880. (Humas Pemprov Jatim)

JawaPos.com - Sebanyak 2.600 tenaga pendidik di Jawa Timur mengikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional, Selasa (20/1). Acara ini digelar secara hybrid di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jatim.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan acara tersebut merupakan wujud komitmen Pemprov Jatim untuk menciptakan SDM tenaga pendidik berkualitas dan 'melek' digital. Dia menegaskan bahwa program ini akan memperkuat kemampuan digital para pendidik di daerah tersebut.

"Jatim siap jadi lumbung digital nasional. Karena itu, pengelolaan talenta harus dimulai sejak pendidikan, secara terencana, berbasis data, serta terhubung dengan kebutuhan industri dan arah pembangunan nasional," ucapnya.

Menurut Khofifah, besarnya jumlah penduduk, beragamnya satuan pendidikan, serta dukungan industri dan ekonomi kreatif yang berkembang membuat Jawa Timur memiliki kapasitas kuat melahirkan talenta digital unggul. Hal ini menjadi potensi besar untuk kemajuan daerah.

"Percepatan transformasi digital menuntut perubahan paradigma dalam pembangunan. Pendidikan dan SDM tidak lagi dapat diposisikan sebagai pendukung, tetapi sebagai instrumen utama transformasi bangsa," imbuhnya.

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bahwa kekuatan bangsa ditentukan oleh kualitas SDM yang menguasai iptek sekaligus memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Fokus pada penguatan karakter sangat penting bagi kemajuan bangsa.

Khofifah menilai Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional adalah langkah strategis negara. Program ini tidak hanya fokus pada pelatihan teknis, tetapi juga membangun ekosistem berkelanjutan dari pendidikan hingga dunia kerja.

“Program ini juga menjadi jawaban atas tantangan disrupsi teknologi, kecerdasan artifisial (AI), serta ekonomi berbasis pengetahuan yang semakin berkembang dan kompetitif," terang Khofifah.

Program ini diharapkan mampu membekali pelajar Jawa Timur dengan keterampilan digital, kemampuan adaptasi, serta kecakapan berpikir kritis dan pemecahan masalah agar siap menghadapi tuntutan dunia kerja. Kesiapan ini sangat penting di era digital saat ini.

"Dunia kerja saat ini dan masa mendatang membutuhkan SDM yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan, terutama penguasaan digitalisasi," tuturnya.

Bagi Khofifah, keberhasilan Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional sangat ditentukan oleh tumbuhnya komunitas belajar yang kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Semangat kolaborasi menjadi kunci keberhasilan.

"Pendidikan tidak cukup hanya berjalan, tetapi harus berdampak. Melalui sosialisasi ini, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan pengelolaan talenta digital sebagai gerakan bersama," seru Khofifah.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa kegiatan Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional ini pertama kali diadakan di Indonesia. Ini menjadi langkah awal yang penting.

"Dengan pengelolaan talenta digital yang terarah sejak pendidikan, peluang dan kesempatan kerja bagi peserta didik Jatim akan semakin terbuka sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri," tukas Aries. (*)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore