Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Juni 2023 | 18.26 WIB

Dinkopdag Surabaya Tetap Operasi Pasar meski Harga Telur Turun jadi Rp 28 Ribu per Kilogram

RAMAI: Warga RW 11, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, menyerbu pasar murah yang digelar Dinkopdag Surabaya beberapa waktu lalu. - Image

RAMAI: Warga RW 11, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, menyerbu pasar murah yang digelar Dinkopdag Surabaya beberapa waktu lalu.

JawaPos.com - Tren harga telur beberapa hari belakangan cenderung turun. Di Pasar Pabean, misalnya. Harga jual telur berkisar Rp 28 ribu per kilogram. Meskipun harga telur mulai turun, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya tetap membuka operasi pasar.

Warga pun mendukung keberadaan pasar murah tersebut. Sebagaimana yang diungkapkan Fatimah, salah seorang warga Semampir. Fatimah menyatakan, kegiatan pasar murah harus terus diadakan secara berkala. Sebab, harga pokok bergerak dinamis.

’’Kadang turun, kadang naik,’’ terangnya. Itu membuat para ibu rumah tangga seperti dia harus memutar otak untuk mengatur uang belanja. Dengan demikian, kehadiran pasar murah selalu dinanti masyarakat.

Subkoordinator Pengendalian Distribusi Dinkopdag Surabaya Sony Ahadian menyatakan tetap akan menggelar operasi pasar meskipun harga telur sudah mulai turun.

Namun, jumlah titik per harinya yang berkurang jika dibandingkan dengan beberapa pekan lalu saat harga telur merangkak naik. ’’Jumlahnya per hari ada dua titik dari sebelumnya empat titik,’’ paparnya Sabtu (3/6).

Sony menyatakan, setiap operasi pasar digelar, animo masyarakat sangat tinggi. Itu dapat dilihat dari penjualan bapok yang dibawa petugas yang selalu laku di atas 80 persen. Bahkan, pada beberapa pekan yang lalu, penjualan telur hingga 100 persen selalu habis terjual.

Lebih lanjut, pihaknya terus memantau harga bapok di seluruh pasar. Bila terjadi kenaikan harga, Dinkopdag Surabaya akan kembali menambah jumlah titik operasi pasar serta kuota barang yang dibawa.

Mengenai stok bapok, Dinkopdag Surabaya memastikan masih aman untuk beberapa waktu ke depan. Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi kelangkaan serta kenaikan harga yang signifikan.

Kerja sama dengan sejumlah daerah penghasil juga telah dilakukan. Sebagaimana di Kabupaten Blitar, mayoritas suplai telur berasal dari daerah tersebut. (ata/c12/jun)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore