
guru SMP Negeri 46 Surabaya saat menjemput siswa bolos. (Instagram @dispendiksby)
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan mulai menerapkan kebijakan baru, yakni menjemput murid yang tidak masuk sekolah tanpa keterangan alias bolos.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan, kebijakan menjemput siswa bolos ini adalah bagian dari upaya menekan angka putus sekolah di Kota Pahlawan.
"Sebetulnya yang penanganan rawan putus sekolah itu sudah lama. Tetapi model itu kan harus diupdate sesuai dengan kondisi anak-anak saat ini," tutur Yusuf ketika dikonfirmasi awak media, Selasa (25/11).
Mulanya, para guru akan memantau terlebih dahulu alasan murid tersebut tidak masuk sekolah. Sebelum home visit, guru juga menghubungi orangtua untuk menanyakan penyebab anaknya tak masuk sekolah.
"Kita lihatlah kondisinya, kalau izin itu kan sudah jelas, tetapi kalau yang enggak izin 1-2 hari itu sudah home visit. Soalnya kita nggak tahu ya anak-anak ini diluar takutnya ke mana-mana (kegiatan negatif)," imbuhnya.
Sebelum diterapkan, ia menyebut kebijakan ini telah disosialisasikan ke para wali murid. Dikatakan Yusuf, wali murid menyambut baik kebijakan menjemput siswa bolos dan ingin anaknya fokus belajar selama di sekolah.
"Ada beberapa orangtua yang empati, langsung saling saling support (kebijakan jemput siswa bolos) ini. Harapan kami, nanti anak-anak semakin gemar belajarnya, semakin meningkat," tutur Yusuf.
Sebelumnya, unggahan akun Instagram @dispendiksby, yang memperlihatkan guru-guru SMP Negeri 46 Surabaya menjemput murid yang sudah 6 kali bolos sekolah, viral dan menyita perhatian warganet.
"Bapak-ibu guru langsung menjemput siswa yang 3 hari absen tanpa keterangan ke rumahnya. Seperti saat mereka menjemput A, siswa kelas 8. Kita yakin A bisa kembali kejar cita-citanya," tertulis dalam caption.
Setelah sukses diterapkan di SMP Negeri 46 Surabaya, Yusuf meminta seluruh sekolah di Kota Pahlawan dapat menerapkan kebijakan 'home visit' atau menjemput siswa bolos ke rumahnya.
"Insyaallah sudah diterapkan ke semua sekolah, tetapo pelaksanaannya nggak sama. Ada satgas di sekolah. Guru BK juga kita tingkatkan, harapannya bisa menjadi tempat curhat anak-anak kita (sehingga tidak bolos)," pungkas Yusuf. (*)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
