Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 November 2025 | 04.09 WIB

Cegah Putus Sekolah, Guru di Surabaya Jemput Bola 'Home Visit' Tangani Siswa Bolos

guru SMP Negeri 46 Surabaya saat menjemput siswa bolos. (Instagram @dispendiksby) - Image

guru SMP Negeri 46 Surabaya saat menjemput siswa bolos. (Instagram @dispendiksby)

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan mulai menerapkan kebijakan baru, yakni menjemput murid yang tidak masuk sekolah tanpa keterangan alias bolos. 

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan, kebijakan menjemput siswa bolos ini adalah bagian dari upaya menekan angka putus sekolah di Kota Pahlawan. 

"Sebetulnya yang penanganan rawan putus sekolah itu sudah lama. Tetapi model itu kan harus diupdate sesuai dengan kondisi anak-anak saat ini," tutur Yusuf ketika dikonfirmasi awak media, Selasa (25/11). 

Mulanya, para guru akan memantau terlebih dahulu alasan murid tersebut tidak masuk sekolah. Sebelum home visit, guru juga menghubungi orangtua untuk menanyakan penyebab anaknya tak masuk sekolah. 

"Kita lihatlah kondisinya, kalau izin itu kan sudah jelas, tetapi kalau yang enggak izin 1-2 hari itu sudah home visit. Soalnya kita nggak tahu ya anak-anak ini diluar takutnya ke mana-mana (kegiatan negatif)," imbuhnya. 

Sebelum diterapkan, ia menyebut kebijakan ini telah disosialisasikan ke para wali murid. Dikatakan Yusuf, wali murid menyambut baik kebijakan menjemput siswa bolos dan ingin anaknya fokus belajar selama di sekolah. 

"Ada beberapa orangtua yang empati, langsung saling saling support (kebijakan jemput siswa bolos) ini. Harapan kami, nanti anak-anak semakin gemar belajarnya, semakin meningkat," tutur Yusuf. 

Sebelumnya, unggahan akun Instagram @dispendiksby, yang memperlihatkan guru-guru SMP Negeri 46 Surabaya menjemput murid yang sudah 6 kali bolos sekolah, viral dan menyita perhatian warganet. 

"Bapak-ibu guru langsung menjemput siswa yang 3 hari absen tanpa keterangan ke rumahnya. Seperti saat mereka menjemput A, siswa kelas 8. Kita yakin A bisa kembali kejar cita-citanya," tertulis dalam caption. 

Setelah sukses diterapkan di SMP Negeri 46 Surabaya, Yusuf meminta seluruh sekolah di Kota Pahlawan dapat menerapkan kebijakan 'home visit' atau menjemput siswa bolos ke rumahnya. 

"Insyaallah sudah diterapkan ke semua sekolah, tetapo pelaksanaannya nggak sama. Ada satgas di sekolah. Guru BK juga kita tingkatkan, harapannya bisa menjadi tempat curhat anak-anak kita (sehingga tidak bolos)," pungkas Yusuf. (*)

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore