
Kepala Subdirektorat Fasilitas Pemilu dan Pengembangan Demokrasi pada Direktorat Politik Dalam Negeri, Ditjen Politik dan PUM Kemendagri Ispahan Setiadi. (Istimewa)
JawaPos.com – Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Politik dan PUM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Politik Dalam Negeri bekerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Malang gelar Forum Demokrasi Kepemiluan khususnya bagi mahasiswa bertajuk 'Peningkatan Partisipasi Mahasiswa melalui Forum Demokrasi'.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat khususnya mahasiswa dalam penyelenggaraan Pemilu 2024. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Trio Indah 2, Malang, Kamis (25/5) kemarin.
Kepala Subdirektorat Fasilitas Pemilu dan Pengembangan Demokrasi pada Direktorat Politik Dalam Negeri, Ditjen Politik dan PUM Kemendagri Ispahan Setiadi dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa mahasiswa memiliki pemikiran,cara pandang dan perspektif sendiri tentang politik yang tentu tidak bisa diintervensi dengan cara-cara yang konservatif.
"Lebih dari 50 persen potensi pemilih itu adalah dari kalangan kaum muda yang antara lain adalah mahasiswa,” kata Ispahan.
Ia juga menegaskan para mahasiswa saat ini masuk dalam masa the golden age digitalization alias masa keemasan era sistem informasi. Terkait dengan hal tersebut diharapkan mahasiswa dapat berperan aktif menghadapi tantangan perkembangan demokrasi. Agar demokrasi dapat berjalan lebih baik.
“Mahasiswa selaku kaum muda memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Mulai dari Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, Proklamasi, gerakan Reformasi Tahun 98,. Maka mahasiswa sebagai kelompok intelektual harus kembali memiliki tempat istimewa di masyarakat," tandas Ispahan.
Dalam kesempatan tersebut Ispahan Setiadi menjelaskan, mahasiswa memiliki tiga (3) peran penting. Pertama adalah sebagai agents of change atau agen perubahan untuk mengedukasi masyarakat khususnya di bidang media sosial. Kedua, sebagai agents of social control atau penyambung lidah rakyat sekaligus mengawal jalannya pemerintahan. Terakhir, sebagai iron stock, di mana mahasiswa merupakan calon pemimpin bangsa depan.
“Menghadapi Pemilu 2024 adalah tantangannya sangat luar biasa. Maka kami mengharapkan kepada para mahasiswa mengambil langkah-langkah positif sekecil apapun dalam perkembangan demokrasi di Indonesia," katanya.
“Kami mengharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan partisipasi mahasiswa. Bukan hanya sekadar datang ke TPS untuk memilih. Tetapi lebih dari itu. Seperti ambil bagian menjadi sebagai penyelenggara, menjadi anggota ad hoc KPU maupun Bawaslu, atau tergabung dengan organisasi-organisasi pengawasan pemilu, survei dan lain sebagainya. Yang lebih utama kami harapkan adanya transformasi perilaku dan cara pandang kita terhadap politik dan demokrasi khususnya pemilu,” sambungnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
