
Kementerian PU menyebut lokasi gedung baru Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang akan dibangun lebih strategis dan mudah diakses. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com-Dalam waktu dekat, bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, akan dibangun ulang di lokasi berbeda. Hal ini sebagai tindak lanjut usai tragedi pada akhir Agustus 2025.
Bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny tiba-tiba ambruk pada Senin (29/10) sekitar pukul 15.35 WIB. Saat itu, para santri sedang menunaikan Salat Asar berjamaah.
Akibatnya, sebanyak 167 santri menjadi korban dalam tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny. Dari ratusan korban tersebut, 104 korban selamat dan 63 korban meninggal dunia.
Namun, pembangunan ulang tidak dilakukan di bekas bangunan Ponpes Al Khoziny yang ambruk, Jalan Khr. Abbas II No.22, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Melainkan direncanakan di lokasi baru yang jaraknya sekitar 1,4 kilometer. Tepatnya di Jalan Siwalanpanji II, Buduran, Sidoarjo.
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Dewi Chomistriana mengatakan, pemilihan lokasi ini sudah melalui pertimbangan yang matang.
"Kita bisa lihat di sana (lokasi lama) aksesnya sangat terbatas, saat terjadi kejadian seperti kemarin, akses alat berat sangat sulit," tutur Dewi setelah meninjau lokasi pembangunan gedung baru Ponpes Al Khoziny, Kamis (13/11).
Dia mengatakan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tragedi bangunan ambruk yang menimpa Ponpes Al Khoziny, diperlukan kemudahan akses sarana dan prasarana.
"Di sini (lokasi baru) kita lihat aksesnya sangat mudah, dekat dengan jalan raya. Jalannya juga cukup lebar, sehingga (alat berat) bisa mudah masuk. Jadi pemindahan ini adalah jalan yang terbaik," imbuh Dewi Chomistriana.
Dewi menjelaskan, pihaknya sedang menyiapkan detail engineering design (DED) pembangunan ulang gedung baru Ponpes Al Khoziny. Apabila disetujui, pembangunan bisa segera dimulai.
"Sekarang ini kita sedang siapkan DED atau detail engineering design, mudah-mudahan bisa segera disetujui dan di-approve. Harapannya mulai akhir tahun ini kita bisa laksanakan (pembangunan ulang)," tutur Dewi.
Gedung baru Pondok Pesantren Al Khoziny rencananya dibangun di atas lahan seluas 4.100 meter persegi, sesuai dengan ketersediaan lahan yang disiapkan yayasan pesantren.
"Kami sedang berproses untuk menyelesaikan administrasi tanahnya. Nanti tiang pancangnya harus seberapa dalam (mengingat) di (lahan bekas) persawahan, pasti kita butuh engineering tersendiri,” tukas Dewi.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
