
Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono bersama dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat pelaksanaan paripurna penetapan APBD 2026. (Pemkot Surabaya/Antara)
JawaPos.com–Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya Adi Sutarwijono menegaskan komitmen mengawal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 sebesar Rp 12,7 triliun agar terserap maksimal dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Dia mengatakan seluruh proses pembahasan APBD berjalan baik, konstruktif, dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Sejumlah program prioritas yang menjadi perhatian bersama, di antaranya perbaikan rumah tidak layak huni, pembangunan infrastruktur dasar dan jalan lingkungan, penerangan jalan umum, serta penyediaan sarana air bersih.
”Saya kira semua hal yang dibahas oleh paripurna sudah berjalan dengan baik, termasuk ada yang sudah mengajukan sejumlah usulan yang baik untuk ke depan dan juga sudah ditanggapi Pak Wali Kota Surabaya,” ujar Adi Sutarwijono seperti diansir dari Antara di Surabaya, Rabu (12/11).
Adi mengatakan, pembahasan APBD 2026 antara DPRD dan Pemerintah Kota Surabaya menunjukkan koordinasi yang solid dan komitmen kuat dalam menyusun anggaran yang berpihak kepada kepentingan warga. Langkah-langkah pembahasan yang dilakukan sejak awal juga berlangsung efektif dan sesuai timeline penetapan APBD 2026.
”Tahap-tahap itu bisa dijalankan dengan baik dan sesuai dengan timeline penetapan APBD 2026, yakni 10 November,” ujar Adi Sutarwijono.
Mengenai serapan anggaran, Adi menyatakan optimistis APBD 2026 dapat dimanfaatkan secara maksimal. DPRD akan terus memberikan masukan dan pengawasan agar program-program yang dibiayai dari APBD berjalan baik dan berkelanjutan.
”Kalau ditanya apakah APBD bisa terserap secara maksimal, saya optimistis bisa. Karena APBD ini kan sudah ditetapkan, mungkin nanti ada masukan dari DPRD agar program-program bisa berjalan dengan baik dan berlanjut,” beber Adi Sutarwijono.
Untuk memastikan efektivitas pelaksanaan program, DPRD Surabaya juga akan melakukan evaluasi langsung di lapangan. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan pembangunan sesuai dengan kebutuhan warga dan setiap temuan di lapangan bisa segera diperbaiki.
”Tentu kita akan melakukan evaluasi di lapangan supaya hal-hal yang kita temui bisa segera diperbaiki dalam pelaksanaan pembangunan,” tambah Adi.
Adi berharap berbagai program tersebut dapat menjadi bagian dari narasi positif Pemerintah Kota Surabaya dalam merancang arah pembangunan ke depan. ”Semua itu diharapkan bisa menjadi narasi positif bagi Pemerintah Kota Surabaya dalam mendesain pembangunan ke depan,” ucap Adi Sutarwijono.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
