
Siswa-siswi SMP Negeri 13 Surabaya antusias menanti MBG, yang sudah hampir berjalan satu tahun. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - SMP Negeri 13 Surabaya menjadi salah satu sekolah yang menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setiap harinya, kegiatan ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh siswa.
Begitu mobil pengantar MBG tiba, para siswa begitu antusias untuk mengambil ompreng makanan bergizi di halaman sekolah. Semangat ini tak luntur meski program ini sudah hampir satu tahun berjalan.
Menu yang bervariasi menjadi kunci terjaganya selera makan siswa. Bagi sebagian siswa, program MBG bukan sekadar makan siang gratis, tapi juga momen kebersamaan di tengah padatnya jam belajar.
Menurut Mochammad Kahfi Zahir Lazuardy, siswa kelas VIII I SMP Negeri 13 Surabaya, program Makan Bergizi Gratis di sekolahnya sudah berjalan dengan baik. Menu yang disajikan juga berimbang.
"Ada protein, karbohidrat, buah. Menunya juga ganti-ganti, kapan hari mie ayam pernah, ayam katsu, rawon. Tapi yang paling aku suka itu mie ayam," tutur Zahir ketika ditemui JawaPos.com di halaman sekolah, Kamis (20/10).
Meskipun mendapat jatah Makan Bergizi Gratis, Zahir mengaku tetap membawa bekal dari rumah. Pasalnya setelah pulang sekolah, ia tidak langsung pulang, melainkan ikut ekstrakurikuler dan organisasi, seperti pramuka, osis.
"Kalau aku tetap dibawain bekal sama mama. Tetapi ada temanku, dia gak pernah dibuatkan bekal sama orang tuanya, jadi terbantu sekali dia dengan adanya MBG. Kalau mobil MBG telat saja, dia udah tanya-tanya gak sabar," imbuhnya.
Siswa berkacamata berusia 13 tahun itu berharap program MBG tetap berlanjut, dengan menu yang lebih bervariasi agar ia dan teman-temannya sebagai penerima manfaat tidak mudah bosan.
Sementara itu, siswa kelas IX A SMP Negeri 13 Surabaya, Syifayani Qurrita A'yun Setiawan juga menyampaikan hal serupa. Ia mengaku selalu menantikan menu Makan Bergizi Gratis dengan penuh semangat.
"Soalnya menunya enak-enak dan bervariasi. Pernah ada ayam katsu, kari, aku suka. Kalau yang nggak disuka sih, kebetulan aku punya alergi sama ikan, jadi kalau dapat menu ikan, aku kasihkan ke teman," tutur Syifa.
Saking antusiasnya, siswa berjilbab berusia 14 tahun itu mengaku sering menuliskan catatan kecil dan menyelipkannya dalam ompreng besi MBG, setelah makan. Catatan itu seringnya berisi request menu yang Syifa inginkan.
"Saya sering nulis di kertas kecil gitu, isinya kadang ucapan terima kasih kepada ibu-ibu yang memasak di dapur (SPPG), pernah juga request nasi kuning, tapi belum diwujudkan, semoga setelah ini menunya nasi kuning," kelakarnya.
Sekolah Tak Memaksa, Siswa Justru Rindu Saat MBG Absen
Kepala Sekolah SMPN 13 Surabaya, Syamsul Hadiwiyono mengatakan pihaknya tidak memaksa siswa-siswinya untuk memakan menu yang tidak disuka atau karena alergi.
"Ini masalah selera dan kebiasaan. Ketika misalnya ada anak tidak suka ikan, tetapi dipaksa ikan, apakah mau? Kan tidak, jadi untuk pemenuhan gizinya ya pakai menu lain, misal ayam, begitu," ujar Syamsul.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
