Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Oktober 2025 | 04.04 WIB

Pertamina Jatimbalinus Terima 162 Laporan Motor Mogok Usai Isi BBM Pertalite, Terbanyak di Bojonegoro dan Tuban

Posko pengaduan di SPBU Jalan Kayoon, Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Posko pengaduan di SPBU Jalan Kayoon, Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) membuka 17 posko pengaduan, pasca banyak laporan sepeda motor masyarakat tiba-tiba mogok setelah mengisi BBM Pertalite. 

"Sebagai bentuk keterbukaan layanan publik, Pertamina saat ini menyediakan 17 titik posko, untuk melayani pelaporan masyarakat," tutur Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, Rabu (29/10).

17 posko pengaduan tersebut berada di SPBU berbagai daerah Jawa Timur. Mulai dari Kota  
Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban, Kabupaten Kediri.

"Sampai malam ini, data kami mencatat ada 162 laporan masyarakat tentang kendaraan motor mereka yang mengalami gangguan setelah isi BBM di SPBU wilayah Jawa Timur," imbuh Ahad kepada JawaPos.com. 

Dari 162 laporan masyarakat yang diterima Pertamina, paling banyak berasal dari Kabupaten Bojonegoro, yakni 58 keluhan. Disusul Kabupaten Tuban dengan 44 keluhan dan Kota Surabaya dengan 23 keluhan. 

Kemudian di Kabupaten Sidoarjo, Pertamina menerima 13 laporan masyarakat. Sementara di Kabupaten Lamongan 5 keluhan. Kota Kediri, Kabupaten Gresik, Kota Malang, hingga Kabupaten Pasuruan masing-masing 3 keluhan. 

"Di Jombang kami menerima 2 keluhan, Kabupaten Kediri 2 keluhan, Kabupaten Nganjuk 1 keluhan, dan Kota Pasuruan 1 keluhan. Nanti Kamis (30/10) pukul 00.00 WIB akan kami update lagi," ujar Ahad. 

Selain membuka posko pengaduan, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus juga telah melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan terhadap produk Pertalite yang berasal dari Terminal BBM Tuban dan Terminal BBM Surabaya.

Hasilnya, BBM dinyatakan on spec sesuai spesifikasi. Meski demikian, Pertamina Patra Niaga tetap membuka 17 posko untuk melayani keluhan dan pelaporan masyarakat terkait kendaraan rusak setelah isi BBM.

"Kami memastikan seluruh proses distribusi BBM sudah sesuai SOP yang berlaku, termasuk pemeriksaan mutu produk melalui pengujian laboratorium sebelum disalurkan ke masyarakat," pungkas Ahad. (*)

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore