Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Oktober 2025 | 03.57 WIB

Surabaya Siap Sambut Kebijakan Bahasa Inggris jadi Mapel Wajib, Dispendik: Kami Sudah Mulai Sejak PAUD

Surabaya Siap Sambut Kebijakan Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib, Dispendik: Kami Sudah Mulai Sejak PAUD. (Dokumentasi Jawa Pos) - Image

Surabaya Siap Sambut Kebijakan Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib, Dispendik: Kami Sudah Mulai Sejak PAUD. (Dokumentasi Jawa Pos)

JawaPos.com - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menyambut positif kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, yang menetapkan Bahasa Inggris sebagai mapel wajib. 

Kepala Dispendik Kota Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan bahwa program Mendikdasmen tentang Bahasa Inggris sebagai mapel wajib, sejalan dengan inisiatif yang sudah berjalan di Kota Pahlawan.

Alhamdulillah. Mudah-mudahan nanti kalau program Kementerian (Bahasa Inggris sebagai mapel wajib) jalan tahun depan, kami sudah mempersiapkan,” tutur Yusuf di Surabaya pada Kamis (23/10). 

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa sebetulnya, program penguatan bahasa, seperti Bahasa Inggris, sudah diterapkan di sekolah-sekolah Surabaya sejak satu tahun lalu. Bahkan dimulai dari jenjang PAUD hingga SD. 

"Di PAUD itu, ada program pengenalan kosakata dan itu sudah kita mulai. Untuk SD, nanti naik satu level bagaimana merangkai kosakata Bahasa Inggris yang sudah diajarkan di PAUD,” tambahnya. 

Yusuf berharap, program ini dapat bersinergi dengan kebijakan Mendikdasmen, sehingga pada jenjang SMP, siswa-siswi sudah siap dengan pelajaran Bahasa Inggris, seperti pengenalan grammar dan lainnya. 

“Untuk menguatkan penguasaan Bahasa Inggris, setiap Jumat di SD dan SMP juga sudah ada program mengajarkan anak-anak untuk berani berbicara Bahasa Inggris dengan teman dan gurunya,” terang Yusuf. 

Ia menyebut bahwa di jenjang PAUD dan SD, mata pelajaran Bahasa Inggris masuk dalam muatan lokal (mulok). Terkait kesiapan tenaga pengajar, Yusuf memastikan guru-guru di Surabaya sudah kompeten. 

Sebelumnya, mulai tahun ajaran 2027/2028, siswa pada jenjang Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah akan belajar Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib. Hal ini disampaikan Mendikdasmen, Abdul Mu’ti. 

Pernyataan ini disampaikan dalam Konferensi Internasional TEFLIN (Teaching English as a Foreign Language) ke-71 yang digelar di Universitas Brawijaya, Kota Malang pada baru-baru ini.

“Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib mulai tahun ajaran 2027/2028. Ini adalah langkah konkret untuk menyiapkan profil lulusan yang produktif dan kompetitif secara global,” tutur Abdul. 

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025. Menurutnya, kebijakan ini adalah wujud komitmen untuk menyiapkan profil lulusan yang berdaya saing global.

"Teknologi memang membantu proses belajar, tetapi tidak menggantikan peran guru. Mulai tahun depan, kita akan menyelenggarakan pelatihan intensif untuk guru Bahasa Inggris," pungkasnya

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore