
Surabaya Siap Sambut Kebijakan Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib, Dispendik: Kami Sudah Mulai Sejak PAUD. (Dokumentasi Jawa Pos)
JawaPos.com - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menyambut positif kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, yang menetapkan Bahasa Inggris sebagai mapel wajib.
Kepala Dispendik Kota Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan bahwa program Mendikdasmen tentang Bahasa Inggris sebagai mapel wajib, sejalan dengan inisiatif yang sudah berjalan di Kota Pahlawan.
“Alhamdulillah. Mudah-mudahan nanti kalau program Kementerian (Bahasa Inggris sebagai mapel wajib) jalan tahun depan, kami sudah mempersiapkan,” tutur Yusuf di Surabaya pada Kamis (23/10).
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa sebetulnya, program penguatan bahasa, seperti Bahasa Inggris, sudah diterapkan di sekolah-sekolah Surabaya sejak satu tahun lalu. Bahkan dimulai dari jenjang PAUD hingga SD.
"Di PAUD itu, ada program pengenalan kosakata dan itu sudah kita mulai. Untuk SD, nanti naik satu level bagaimana merangkai kosakata Bahasa Inggris yang sudah diajarkan di PAUD,” tambahnya.
Yusuf berharap, program ini dapat bersinergi dengan kebijakan Mendikdasmen, sehingga pada jenjang SMP, siswa-siswi sudah siap dengan pelajaran Bahasa Inggris, seperti pengenalan grammar dan lainnya.
“Untuk menguatkan penguasaan Bahasa Inggris, setiap Jumat di SD dan SMP juga sudah ada program mengajarkan anak-anak untuk berani berbicara Bahasa Inggris dengan teman dan gurunya,” terang Yusuf.
Ia menyebut bahwa di jenjang PAUD dan SD, mata pelajaran Bahasa Inggris masuk dalam muatan lokal (mulok). Terkait kesiapan tenaga pengajar, Yusuf memastikan guru-guru di Surabaya sudah kompeten.
Sebelumnya, mulai tahun ajaran 2027/2028, siswa pada jenjang Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah akan belajar Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib. Hal ini disampaikan Mendikdasmen, Abdul Mu’ti.
Pernyataan ini disampaikan dalam Konferensi Internasional TEFLIN (Teaching English as a Foreign Language) ke-71 yang digelar di Universitas Brawijaya, Kota Malang pada baru-baru ini.
“Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib mulai tahun ajaran 2027/2028. Ini adalah langkah konkret untuk menyiapkan profil lulusan yang produktif dan kompetitif secara global,” tutur Abdul.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025. Menurutnya, kebijakan ini adalah wujud komitmen untuk menyiapkan profil lulusan yang berdaya saing global.
"Teknologi memang membantu proses belajar, tetapi tidak menggantikan peran guru. Mulai tahun depan, kita akan menyelenggarakan pelatihan intensif untuk guru Bahasa Inggris," pungkasnya

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
