
Kondisi area reruntuhan bangunan ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Selasa (7/10/2025). (Istimewa)
JawaPos.com - Memasuki hari kesembilan operasi SAR, Selasa (7/10), lokasi reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo dinyatakan sudah rata alias bersih.
Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Budi Irawan dalam konferensi pers di Posko Tanggap Bencana di Sidoarjo.
"Alhamdulillah sekarang sudah rata dengan tanah (reruntuhan bangunan) ponpesnya, dan sangat kecil kemungkinan masih ada jenazah (korban runtuhnya Ponpes Al Khoziny) di situ," tutur Budi, Selasa (7/10).
Di awal evakuasi, diperkirakan ada 63 jenazah yang tertimbun reruntuhan bangunan ponpes. Diyakini, 7 body part atau bagian tubuh yang ditemukan merupakan bagian dari perkiraan jumlah jenazah tersebut.
"Artinya, kita telah temukan seluruh jenazah yang hilang, walaupun baru bersifat perkiraan," sambung Budi.
Namun yang jelas, Budi menegaskan baik BNPB maupun Basarnas akan menyerahkan sepenuhnya kepastian total korban dan status 7 body part yang ditemukan dalam reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny.
"Dari perkiraan kita 63 korban, dimungkinkan, nanti kepastiannya kita akan menunggu DVI, yang 7 body part itu milik siapa atau mungkin berdiri sendiri atau lebih dari 63 (korban), nanti DVI yang menjelaskan secara teknis," tukas Budi.
Data terakhir, tercatat ada 67 korban meninggal yang telah dievakuasi, termasuk 7 body part.
"Kemarin ada tambahan 1 body bag teridentifikasi 2 orang yg berbeda. Akhirnya kami tambahkan ke jumlah korban," terang Kasubdit Pengerahan dan Pengendalian Operasi (RPDO) BNPB Emi Freezer.
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.
