Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Oktober 2025 | 00.58 WIB

Frustrasi! Keluarga Korban Robohnya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Nekat Ingin Bantu Evakuasi: Kami Sudah Sangat Sabar

Keluarga Korban Ponpes Al Khoziny sidoarjo sudah frustrasi dan nekat ingin bantu proses evakuasi. (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Keluarga Korban Ponpes Al Khoziny sidoarjo sudah frustrasi dan nekat ingin bantu proses evakuasi. (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Suasana tegang menyelimuti hari kelima operasi pencarian korban runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Jumat (3/10). Puluhan keluarga korban bersikeras untuk masuk ke area pondok.

Mereka ingin melihat langsung proses evakuasi di dalam area Pondok Pesantren Al Khoziny. Namun, keinginan mereka tidak disetujui oleh aparat polisi dan Banser. 

"Mohon maaf dulu, Bapak, ini di dalam banyak alat berat, berbahaya kalau panjenengan (anda) masuk ke dalam (area evakuasi). Kami hanya mengamankan," ujar salah seorang polisi menenangkan keluarga korban.

Alih-alih mereda, suasana di sekitar gerbang Pondok Pesantren Al Khoziny justru semakin panas. Keluarga korban mengaku sudah frustrasi menunggu kabar anak maupun kerabatnya ditemukan.

"Kami sudah sangat sabar pak, sudah lima hari (pencarian), saya bukan relawan, bukan reporter, saya kakak dari korban!" ujar salah seorang keluarga korban yang mengenakan jaket hijau army.

Ia mengaku sudah frustrasi karena adiknya belum ditemukan hingga hari kelima. Keluarga korban sudah pasrah dan hanya ingin anak maupun kerabatnya ditemukan segera, baik dalam kondisi hidup maupun tidak. 

"Jangan memikirkan bahaya-bahaya, keluarga kami sudah ketimbun, udah hitam (Tidak ada tanda kehidupan) kok. Jadi ayok, kalau basarnas tidak bisa atau kurang maksimal, kami bantu dengan hati nurani," imbuhnya.

Hal senada disampaikan oleh keluarga lain. Salah satu keluarga korban yang mengenakan kaos hijau mengaku tak puas dengan kinerja tim gabungan. Ia menuturkan sudah terlalu lama bersabar dan menunggu.

"Masalahnya, orang yang kerja cuma 2 orang. Kalau terlalu lama terus keluarga kami, adik adik kami habis gimana, gimana menyemayamkannya? Siapa yang tanggung jawab?" ujar pria berkaos hijau itu.

Sebagai informasi, bangunan Musala tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Insiden tragis ini terjadi saat santri Pondok Pesantren Al Khoziny sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua.

Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunana. Hingga Jumat siang, sebanyak 113 orang korban berhasil dievakuasi, baik secara mandiri maupun oleh Tim SAR. 103 selamat dan 10 korban meninggal dunia. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore