Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 September 2025 | 17.37 WIB

Tinjau Ponpes di Sidoarjo yang Ambruk, Gubernur Khofifah Pastikan Biaya Perawatan Korban Ditanggung Pemprov dan Pemkab

Tinjau Ponpes di Sidoarjo yang Ambruk, Gubernur Khofifah Pastikan Biaya Perawatan Korban Ditanggung Pemprov dan Pemkab Sidoarjo, Selasa (30/9). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Tinjau Ponpes di Sidoarjo yang Ambruk, Gubernur Khofifah Pastikan Biaya Perawatan Korban Ditanggung Pemprov dan Pemkab Sidoarjo, Selasa (30/9). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa langsung meninjau lokasi robohnya bangunan tiga lantai di area Pondok Pesantren Al Khoziny, Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Selasa dini hari (30/9). 

Saat meninjau, Khofifah mengatakan bahwa pihaknya meminta disiapkan ekskavator di lokasi. Namun setelah melihat di lapangan, ia menilai penggunaan alat berat berisiko pada korban yang masih terjebak di dalam.

“Ekskavator memang standby, tetapi penggunaannya sangat terbatas. Kalau mengangkat puing sembarangan bisa berbahaya, karena dikhawatirkan terjadi ambruk mendadak," ujar Khofifah di lokasi, Selasa (30/9).

Ia menyebut Tim SAR gabungan profesional. Mereka fokus pada korban yang masih bisa berkomunikasi di bawah reruntuhan. Oksigen dan air juga terus disalurkan agar mereka tetap bisa bertahan.

Selain evakuasi, Gubernur Khofifah juga menegaskan pentingnya dukungan logistik. Ia menginstruksikan agar dapur umum lapangan segera diperbanyak, baik mobile maupun permanen di sekitar area ponpes. 

“Kebutuhan dapur umum, oksigen, hingga suplai air harus betul-betul dipantau. Ini semua menjadi ihtiar yang tidak boleh berhenti. Tim bergerak rolling untuk memastikan kebutuhan itu terpenuhi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Khofifah meminta pihak pesantren dan wali santri untuk tidak perlu khawatir soal biaya. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dan Pemkab Sidoarjo akan menanggung biaya perobatan korban.

“Kalau yang ditangani RSUD, pembiayaan ditanggung Pemkab. Namun jika dirujuk ke rumah sakit non-RSUD, biayanya ditanggung oleh Pemprov. Jadi tidak ada yang terkesan sulit karena alasan biaya," ujar Khofifah. 

Sebagai informasi, insiden tragis ini terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Bangunan tiga lantai tersebut ambruk saat para santri Pondok Pesantren Al Khozini sedang melakukan Salah Ashar dua rakaat di lantai 1. 

Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam puing-puing bangunan. Berdasarkan data sementara yang dikeluarkan Kantor Basarnas Surabaya, sebanyak 100 orang santri menjadi korban tragedi ini. 

Dari jumlah tersebut, 99 orang korban berhasil di selamatkan dan 1 orang dilaporkan meninggal dunia. Adapun korban selamat, 8 orang dievakuasi tim SAR gabungan dan 91 orang melakukan evakuasi mandiri. 

Korban-korban yang berhasil dievakuasi, langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis, di antaranya ke RSUD Notopuro, RS Delta Surya, dan RSI Siti Hajar.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore