Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (Istimewa)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kinerja positif Bank Jatim, yang berhasil menyalurkan kredit Rp 110,50 triliun selama 2025, tumbuh 46,65 persen dari tahun sebelumnya.
Menurutnya, Bank Jatim bukan sekadar lembaga intermediasi, tetapi motor penggerak ekonomi daerah yang berperan langsung mengalirkan likuiditas, memperkuat sektor riil, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
"Kita memahami Jatim jadi salah satu penopang utama ekonomi nasional. Peran Bank Jatim semakin krusial sebagai mitra strategis pemda," ujarnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 di Surabaya, Rabu (6/5).
Bank Jatim juga berperan strategis sebagai penghubung fiskal daerah dengan sektor riil melalui pembiayaan tepat sasaran, sehingga program pemerintah dapat mendorong aktivitas ekonomi yang berdampak bagi masyarakat.
"Kinerja keuangan Bank Jatim sepanjang tahun 2025 ini menunjukkan capaian yang patut diapresiasi, tercermin dari pertumbuhan aset, peningkatan penyaluran kredit, serta penguatan Dana Pihak Ketiga (DPK)," imbuhnya.
Baca Juga:Bukukan Laba Bersih Rp 1,546 Triliun Sepanjang 2025, Bank Jatim Tebar Dividen Rp 850 Miliar
Kinerja aset konsolidasi Bank Jatim sepanjang 2025 tumbuh signifikan. Nilainya meningkat dari Rp 118,14 triliun menjadi Rp 168,85 triliun atau naik sekitar 42,93 persen dibanding tahun sebelumnya.
Penyaluran kredit Bank Jatim juga mengalami lonjakan dari Rp 75,35 triliun menjadi Rp 110,50 triliun. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) naik dari Rp 90,01 triliun menjadi Rp 127,24 triliun atau tumbuh 41,36 persen.
Lebih lanjut, Khofifah juga menyoroti bagaimana Bank Jatim mampu mencatatkan KUR menjadi 5,99 persen. Harapannya agar para pelaku usaha kecil dan mikro bisa menangkap stimulus kini dengan pertumbuhan yang lebih produktif.
"Saya minta tim dari kepala cabang Bank Jatim di semua daerah, ayo proaktif, proaktif, proaktif, (pertumbuhan KUR) 5,99 persen ini goodnews (kabar baik), 5,99 persen adalah new hope bagi pelaku usaha kecil," ujar Khofifah.
Ia menilai menilai Bank Jatim perlu memperkuat digital mindset, tidak hanya melalui digitalisasi layanan, tetapi juga transformasi cara berpikir, bekerja, dan pengambilan keputusan agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang kuat, basis UMKM yang besar, serta sinergi melalui Kelompok Usaha Bank (KUB) menjadi modal penting untuk ekspansi yang lebih inklusif. Kita optimis Bank Jatim bisa," serunya.
Khofifah menekankan transformasi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar. Namun harus diimbangi dengan manajemen risiko agar Bank Jatim tetap agile sekaligus prudent dalam menjaga kepercayaan publik.
"Semoga Bank Jatim terus tumbuh sebagai institusi yang tidak hanya sehat secara finansial, tetapi juga kuat secara sosial, hadir di tengah masyarakat, dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah," pungkas Khofifah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
