
Divonis 6 Bulan Penjara, Jan Hwa Diana dan Suami Pertimbangkan Ajukan Banding. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Pemilik UD Sentoso Seal, Jan Hwa Diana dan suaminya, Handy Soenarjo akan mempertimbangkan langkah hukum berikutnya, setelah divonis penjara 6 bulan atas kasus perusakan mobil rekan kerja.
Hal tersebut disampaikan oleh Kuasa hukum Jan Hwa Diana, Elok Dwi Kadja, seusai mendampingi kliennya menjalani sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (29/9).
"Saya sebagai PH-nya Bu Janwa Diana dan PH-nya Pak Handi Sunaryo, kami masih mau pikir-pikir terlebih dahulu. Kami masih mau pikir-pikir untuk mengajukan banding," ujar Elok kepada JawaPos.com.
Menurutnya, hukuman pidana 6 bulan penjara terlalu berat bagi Diana dan Handy, mengingat kerugian material yang dialami korban, yakni Hironimus Tuqu alias Nimus, tidak lah besar, yakni Rp 3 juta.
"Kalau ini (pidana penjara) 6 bulan, menurut kami masih terlalu berat. Cuma kita akan tetap ikuti proses pengadilan, nanti saya akan koordinasi lagi dengan Bu Diana dan Pak Handi," imbuhnya.
Elok mengatakan Diana dan Handy sejak awal bersedia memberikan ganti rugi kepada korban. Dua orang saksi, yakni Yanto dan Paul pun sudah bersedia memberikan maaf dan bersedia damai dalam persidangan sebelumnya.
"Kemudian Bu Diana dan Pak Handy ini kan punya 6 orang anak. Bu Diana selama persidangan kan juga sudah bersikap sopan dan kooperatif. Masa hal tersebut sampai masih tetap 6 bulan," tutur Elok.
Sebagai informasi, proses hukum perkara nomor 1616/Pid.B/2025/PN Sby dengan terdakwa Jan Hwa Diana dan Handy Soenario, telah sampai di tahap sidang pembacaan putusan, dengan Hakim Ketua, Safruddin.
Dalam sidang tersebut, Hakim Ketua Safruddin memvonis Diana dan Handy masing-masing 6 bulan penjara. Keduanya terbukti bersalah dan melakukan perusakan mobil korban, Hironimus Tuqu alias Nimus pada 23 November 2024 lalu.
"Menjatuhkan vonis terdakwa masing-masing pidana penjara selama 6 bulan, terhitung sejak awal mana penahanan," ucap Hakim Ketua Safruddin, lalu mengetuk palu.
Konflik bermula dari proyek pemasangan kanopi senilai Rp 400 juta. Paul Stevanus dan dua rekannya, Yanto dan Hironimus Tuqu ditekan karena desain proyek yang rumit dan progres yang lambat.
Saat Paul datang ke lokasi untuk mengambil alat kerja, ia diteriaki maling dan dilaporkan ke Polsek Dukuh Pakis. Dua ban mobil pikap yang disewa dari Hironimus dicopot, begitu pula ban mobil Yanto.
Yanto mengaku saat turun dari lantai dua, ia melihat ban mobilnya sudah digerinda. Kerugian yang dialami Paul ditaksir sekitar Rp 3 juta. Nimus mengklaim mobilnya tak bisa disewakan selama 10 bulan karena dijadikan barang bukti. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
