Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 September 2025 | 22.58 WIB

Hadapi Gempuran Ritel Modern, Pasar Tradisional Surabaya Siapkan Revitalisasi

Ilustrasi kegiatan jual-beli di pasar tradisional Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - PD Pasar Surya berencana menata ulang sejumlah pasar tradisional di Kota Surabaya. Langkah revitalisasi ini dilakukan untuk menghadapi gempuran ritel modern yang semakin menjamur.

Direktur Utama PD Pasar Surya Surabaya, Agus Priyo menyampaikan dari total 64 pasar aktif dan sekitar 12 ribu pedagang yang dikelola, hanya 10-15 pasar yang dalam kondisi baik, sementara 20 pasar butuh perhatian lebih.

"Pasar besar seperti Pasar Tambahrejo, Pasar Kapasan, Pasar Genteng, Pasar Wonokromo, itu perputaran ekonominya sudah sangat bagus. Yang perlu kami atensi adalah yang sedang-sedang saja," ujar Agus, Sabtu (27/9).

Agus tak menampik bahwa tantangan utama dalam mengelola pasar tradisional adalah menjaga kenyamanan pembeli di tengah gempuran ritel digital. Menurutnya, revitalisasi menjadi solusi kunci.

"Pasar yang benar-benar disulap pertama adalah Keputran Selatan karena betul-betul direvitalisasi nanti menjadi bangunan baru. Kemudian di Pasar Kembang, kalau sudah jalan nanti akan bersih sekali,” jelasnya.

Melalui revitalisasi, PD Pasar Surya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan pasar tradisional, termasuk prasarana dan sarana, sehingga pembeli yang datang menjadi lebih nyaman.

"Harapannya pasar lebih baik, pelayanan lebih bagus, sarana dan prasarana meningkat. Kami akan terus meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung untuk menggerakkan ekonomi,” tegas Agus. 

Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati mengungkapkan hingga saat ini, ada 13 pasar tradisional yang dikelola Pemkot.

"Pasar tradisional yang dikelola Dinkopumdag ada 13 pasar. Selain itu, ada juga pasar tradisional yang dikelola oleh swasta maupun LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan)," tutur Febri.

Di antaranya adalah Pasar Nambangan, Pasar Sememi, Pasar Gunung Anyar, hingga Pasar Dukuh Menanggal. Guna menjaga eksistensi pasar tradisional, Dinkopumdag Surabaya akan rutin menggelar kegiatan. (*) kolaboratif.

"Seperti pasar murah yang selalu kita gelar untuk menghidupkan situasi pasar. Fokus kami adalah bagaimana meningkatkan kenyamanan pembeli dan pedagang agar betah berbelanja di pasar," tukas Febri. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore