Ilustrasi kegiatan jual-beli di pasar tradisional Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - PD Pasar Surya berencana menata ulang sejumlah pasar tradisional di Kota Surabaya. Langkah revitalisasi ini dilakukan untuk menghadapi gempuran ritel modern yang semakin menjamur.
Direktur Utama PD Pasar Surya Surabaya, Agus Priyo menyampaikan dari total 64 pasar aktif dan sekitar 12 ribu pedagang yang dikelola, hanya 10-15 pasar yang dalam kondisi baik, sementara 20 pasar butuh perhatian lebih.
"Pasar besar seperti Pasar Tambahrejo, Pasar Kapasan, Pasar Genteng, Pasar Wonokromo, itu perputaran ekonominya sudah sangat bagus. Yang perlu kami atensi adalah yang sedang-sedang saja," ujar Agus, Sabtu (27/9).
Agus tak menampik bahwa tantangan utama dalam mengelola pasar tradisional adalah menjaga kenyamanan pembeli di tengah gempuran ritel digital. Menurutnya, revitalisasi menjadi solusi kunci.
"Pasar yang benar-benar disulap pertama adalah Keputran Selatan karena betul-betul direvitalisasi nanti menjadi bangunan baru. Kemudian di Pasar Kembang, kalau sudah jalan nanti akan bersih sekali,” jelasnya.
Melalui revitalisasi, PD Pasar Surya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan pasar tradisional, termasuk prasarana dan sarana, sehingga pembeli yang datang menjadi lebih nyaman.
"Harapannya pasar lebih baik, pelayanan lebih bagus, sarana dan prasarana meningkat. Kami akan terus meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung untuk menggerakkan ekonomi,” tegas Agus.
Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati mengungkapkan hingga saat ini, ada 13 pasar tradisional yang dikelola Pemkot.
"Pasar tradisional yang dikelola Dinkopumdag ada 13 pasar. Selain itu, ada juga pasar tradisional yang dikelola oleh swasta maupun LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan)," tutur Febri.
Di antaranya adalah Pasar Nambangan, Pasar Sememi, Pasar Gunung Anyar, hingga Pasar Dukuh Menanggal. Guna menjaga eksistensi pasar tradisional, Dinkopumdag Surabaya akan rutin menggelar kegiatan. (*) kolaboratif.
"Seperti pasar murah yang selalu kita gelar untuk menghidupkan situasi pasar. Fokus kami adalah bagaimana meningkatkan kenyamanan pembeli dan pedagang agar betah berbelanja di pasar," tukas Febri. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
