Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 September 2025 | 05.39 WIB

BPBD Jatim Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Cegah Bencana Hidrometeorologi

Ilustrasi banjir melanda Kota Surabaya setelah hujan deras. (Dok/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi banjir melanda Kota Surabaya setelah hujan deras. (Dok/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai mitigasi ancaman bencana hidrometeorologi.

Plh Kalaksa BPBD Jawa Timur, Andhika Nurrahmad Sudigda mengatakan bahwa operasi OMC adalah hasil koordinasi antara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan BNPB dan BMKG. 

“Alhamdulillah hari ini kita sudah melaksanakan OMC, yaitu operasi modifikasi cuaca. Dan kita berterima kasih kepada BNPB dan BMKG,” ujar Andhika di Surabaya, Senin (15/9).

Strategi ini diharapkan bisa mengendalikan intensitas hujan, sehingga potensi banjir, longsor, hingga puting beliung dapat ditekan. Hingga Senin siang, pihaknya telah menuntaskan tiga sorti penerbangan.

Setiap sorti penerbangan membawa 800 kilogram garam untuk disemai ke awan. “Harapan kami dengan adanya operasi OMC ini, dapat memitigasi cuaca ekstrim yang sedang melanda Provinsi Jawa Timur," imbuhnya.

Sorti penerbangan pun dilakukan atas rekomendasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Operasi OMC dijadwalkan berlangsung hingga 16 September 2025. 

Namun, BPBD Jatim siap memperpanjang apabila kondisi cuaca ekstrem belum mereda. “Rencana awal sampai tanggal 16 September, tapi kita juga melihat kondisi cuaca berikutnya,” terang Andhika. 

Sebelumnya, BMKG Juanda Sidoarjo telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah di Jawa Timur selama sepekan ke depan. Tepatnya Rabu, 17 September 2025.

Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan mengatakan potensi bencana hidrometeorologi dipicu oleh sejumlah gangguan atmosfer.

"Seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, serta gangguan atmosfer Low Frequency yang saat ini melintasi wilayah Jawa Timur," ujar Taufiq dalam keterangannya, Jumat (12/9).

Selain itu, perairan Selat Madura yang masih menyimpan suhu muka laut cukup hangat juga memicu pembentukan awan konvektif. Kondisi ini meningkatkan potensi turunnya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

BMKG memprediksi ada 22 daerah di Jatim yang berpotensi dilanda bencana hidrometeorologi, di antaranya Bondowoso, Jember, Jombang, Kediri, Kota Batu, Kota Malang, Lumajang, Madiun, Mojokerto, Nganjuk.

Kemudian Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Magetan, Kab. Ngawi, Ponorogo, Malang, Pacitan, Bojonegoro, Tuban, Banyuwangi, dan Trenggalek.

"Hidrometeorologi meliputi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es hingga 17 September 2025," tukas Taufiq.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore