
Gubernur Khofifah Ingatkan Warga Jatim: Jangan Mudah Terprovokasi Informasi Hoaks di Medsos. (Humas Pemprov Jatim)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan informasi tak berdasar, yang beredar luas di media sosial.
Ia mengajak untuk membiasakan budaya saring sebelum sharing dan cerdas memilah informasi agar tidak terjebak hoaks. pesan tersebut disampaikan Khofifah saat kegiatan Apel dan Doa Bersama di Lapangan Mapolda Jawa Timur.
“Tidak ada satu pun pihak yang menginginkan keresahan. Namun, ujian ini (kerusuhan yang terjadi sepekan terakhir) mengingatkan kita bahwa perdamaian adalah hal yang harus terus diperjuangkan,” ujar Khofifah, Rabu (3/9).
Ia menegaskan apel dan doa yang digelar bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk meneguhkan komitmen menjaga Jawa Timur tetap aman, damai, dan kondusif di tengah dinamika nasional.
“Alhamdulillah berkat perlindungan Allah SWT dan kerja keras semua pihak mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga dukungan penuh masyarakat, situasi Jawa Timur kini berangsur kondusif," imbuhnya.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mewujudkan sekaligus meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Salah satunya, Gubernur Jatim menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3/3432/013.1/2025 tentang Peningkatan Upaya Pencegahan Gangguan Keamanan, Ketertiban Umum, dan Ketentraman Masyarakat.
Melalui SE tersebut, Khofifah meminta bupati/wali kota se-Jatim untuk mengambil langkah strategis antara lain:
1. Menguatkan sinergi antara pemda, TNI, Polri, dan instansi terkait;
2. Melakukan upaya preventif terhadap pengamanan objek vital;
3. Mengimbau perguruan tinggi, sekolah, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan mencegah pelibatan peserta didik dalam kegiatan yang berpotensi melanggar hukum;
4. Mengaktifkan kembali peran kepala desa/lurah, RT/RW bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas;
5. Menghidupkan kampung tangguh dan kampung merah putih;
6. Mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat menjaga kerukunan;
7. Meningkatkan peran komunitas lokal dalam pengendalian kegiatan masyarakat.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa menjaga Kamtibmas bukan hanya tugas Polri, melainkan membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI, hingga seluruh elemen masyarakat.
“Dibutuhkan juga kepedulian orang tua untuk proaktif mengawasi anak-anaknya, terutama yang duduk di bangku SMA/SMK. Ini menjadi kunci mencegah mereka terlibat dalam aksi yang menimbulkan keresahan,” tukas Khofifah.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
