
Driver ojol dan warga bergotong royong membersihkan puing pos polisi depan KBS yang hangus terbakar pasca demo kemarin, Jumat (29/8). (Istimewa)
JawaPos.com-Sehari setelah sejumlah pos polisi di Kota Surabaya dibakar massa aksi, warga bersama para driver ojek online (ojol) turun tangan membersihkan sisa-sisa kerusuhan.
Aksi gotong royong itu terlihat di beberapa titik, mulai dari pos polisi Taman Pelangi, Jalan Ahmad Yani, pos polisi depan Kebun Binatang Surabaya (KBS) di Jalan Raya Darmo, hingga pos polisi Taman Bungkul.
Eko Setiawan (50), salah satu pengemudi ojol, mengaku prihatin melihat kondisi kota yang rusak akibat kerusuhan. “Kami cari makan di Surabaya. Kalau kotanya rusak, siapa yang rugi? Ya kita semua. Demo silakan, tapi jangan sampai merusak fasilitas umum,” ujar pria yang sudah menjadi ojol selama sembilan tahun itu, Sabtu (30/8).
Dengan peralatan seadanya, para pengemudi ojol bersama warga sekitar membersihkan puing-puing, mengangkut sisa kayu terbakar, hingga menyapu jalan yang dipenuhi serpihan. Semua biaya pembersihan ditanggung secara swadaya oleh para pengemudi ojol.
Untuk mempercepat proses, mereka membagi kelompok kerja di tiap lokasi. Setiap pos polisi dikerjakan oleh sekitar 10–20 orang. “Kalau bareng-bareng begini, pekerjaan jadi lebih ringan,” tambah Dedi.
Kerusakan terparah tercatat di pos polisi depan KBS, pos polisi Taman Bungkul, dan pos polisi Taman Pelangi. Selain pos polisi, kerusuhan juga menyebabkan setidaknya 25 sepeda motor hangus terbakar, belasan pos polisi rusak, serta kantor Polsek Tegalsari mengalami kerusakan parah.
Langkah spontan para ojol ini mendapat apresiasi dari warga. Banyak yang ikut membantu ataupun sekadar memberikan dukungan. Mereka menilai aksi ini menunjukkan bahwa Surabaya memiliki warga yang peduli dan tidak tinggal diam.
“Salut untuk para driver ojol ini. Mereka tidak hanya bekerja untuk keluarganya, tapi juga peduli pada kotanya,” kata Rina, warga sekitar Darmo.
Upaya bersih-bersih ini diharapkan bisa meringankan beban pemerintah kota dalam memulihkan wajah Surabaya pasca kerusuhan. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
