Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Agustus 2025 | 01.49 WIB

Lumpur dan Ranting Hambat Tim SAR Cari Pengamen Hilang di Sungai Jagir Surabaya

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid Darlog) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, Linda Novanti. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid Darlog) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, Linda Novanti. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Tim SAR gabungan masih berjibaku mencari keberadaan seorang pengamen jalanan berinisial RW, laki-laki, 20 tahun, yang hilang di Sungai Jagir, Wonokromo, Surabaya.

Insiden ini terjadi pada Minggu (24/8) sekitar pukul 01.35 WIB. Dari informasi yang dihimpun JawaPos.com, RW panik dan nekat menceburkan diri ke Sungai Jagir setelah melihat petugas Satpol PP.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid Darlog) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, Linda Novanti mengatakan operasi pencarian korban dilakukan tak lama setelah mendapat informasi orang hilang.

"Setelah kejadian itu, kami sudah mulai ada panggilan, informasi tentang satu orang tenggelam di sungai Jagir, dan kami langsung turun ke sini," tutur Linda saat ditemui JawaPos.com di posko, Minggu (24/8).

Kantor SAR Surabaya mengerahkan satu tim rescue dalam operasi pencarian ini. Linda menyebut sudah sekitar empat kali pihaknya melakukan penyisiran dengan empat perahu karet dan pemantauan di darat.

"Pola ini sama seperti yang (operasi pencarian) sebelumnya. Kami coba buat semacam gerakan air supaya kemudian mungkin korban (di dasar sungai) itu bisa muncul lagi (ke permukaan)," sambungnya.

Empat perahu yang diterjunkan, lanjut Linda, adalah milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, dan dari Relawan.

Tim SAR Gabungan juga melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian dengan radius sekitar 150 meter menuju arah rel kereta api. Fokus pencarian dilakukan di bawah permukaan air untuk menemukan korban tenggelam.

Terkait kendala, Linda menyebut ranjau, lumpur, dan ranting menjadi tantangan tim SAR gabungan. Utamanya obstacle di bawah Jembatan Ngagel dan pintu air Jagir, Wonokromo.

"Di dalam situ (sungai) kan banyak ranjau-ranjau, ranting-ranting, juga lumpur ya, sehingga itu yang berakibat kesusahan, baik pada saat penyelaman maupun pada saat pencarian," tukas Linda.

Hingga pukul 17.00 WIB, tim SAR belum berhasil menemukan keberadaan korban. Dengan begitu, pencarian hari pertama hasilnya nihil. Operasi pencarian akan dilanjutkan besok, Senin (25/8) pukul 07.00 WIB.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore