Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Agustus 2025 | 04.21 WIB

Bendera Bajak Laut One Piece Warnai Demo Mahasiswa di Depan Gedung DPRD Jatim

Bendera bajak laut One Piece di antara ratusan massa aksi "Nakama Bergerak" di depan Gedung DPRD Jatim, Selasa (19/8). (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Bendera bajak laut One Piece di antara ratusan massa aksi "Nakama Bergerak" di depan Gedung DPRD Jatim, Selasa (19/8). (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Ada yang menarik dalam aksi bertajuk "Nakama Bergerak" yang digelar di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Jalan Indrapura Nomor 1, Surabaya pada Selasa sore (19/8).

Di antara ratusan massa mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Timur, bendera bajak laut (Jolly Roger) dari serial anime One Piece berkibar di sana. 

Koordinator Lapangan aksi "Nakama Bergerak", M. Rizqi Senja Virawan mengatakan pengibaran bendera warna hitam dengan lambang tengkorak, dua tulang putih, dan topi jerami bukan tanpa alasan. 

Mereka mengibarkan bendera besar tersebut dengan lantang, sebagai wujud protes atas kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat. 

“Jadi memang karena beberapa waktu terakhir itu viral Bendera One Piece ya, Jolly Roger ya. Jadi pada akhirnya kita sepakat untuk menamai aliansi ataupun gerakan kita menjadi Nakama Bergerak,” ujar Rizqi setelah aksi, Selasa (19/8).

Nakama berarti teman yang memiliki ikatan kuat dan mendalam, mencerminkan solidaritas mahasiswa dalam memperjuangkan keadilan dan hak-hak rakyat. 

Lebih lanjut, Rizqi mengatakan aksi "Nakama Bergerak" diikuti oleh sekitar 300 mahasiswa, yang berasal dari beberapa universitas, seperti Unair, PPNS, Unisla, UTM, STKIP, dan elemen masyarakat sipil lainnya.

Massa aksi mulai berdatangan dan memadati Jalan Indrapura sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka mengenakan almamater kampus masing-masing. Ada pula yang mengenakan pakaian serba hitam.

Meski sempat diguyur hujan deras pada pukul 15.00 WIB, sebagian massa aksi tetap bertahan dan menyampaikan tuntutannya. Ada 30 tuntutan yang disampaikan kepada pemerintah, salah satunya tolak penulisan ulang sejarah.

“Isu yang paling kita angkat itu, yang pertama adalah kaji ulang RKUHAP dan penulisan ulang sejarah, yang sampai hari ini masih bermasalah, entah secara material maupun formil," sambungnya.

Isu lain yang juga disoroti adalah gaji guru dan dosen yang baru-baru ini disebut oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani sebagai beban negara. Penerapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah-daerah.

“Kita coba mendorong dari anggota DPR untuk keluar, sehingga DPRD sebagai perwakilan rakyat Jawa Timur membersamai kawan-kawan mahasiswa se-Jawa Timur ini untuk mengawal isu yang disuarakan,” tukas Rizqi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore