Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Agustus 2025 | 23.30 WIB

MUI Jatim Tak Masalah Nama Sound Horeg Diganti Sound Karnaval: Kalau Bising, Tetap Haram!

Para pengusaha sound horeg mendeklarasikan perubahan nama menjadi sound karnaval indonesia. (Unggahan Instagram @fakta.indo) - Image

Para pengusaha sound horeg mendeklarasikan perubahan nama menjadi sound karnaval indonesia. (Unggahan Instagram @fakta.indo)

JawaPos.com-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menanggapi ramainya deklarasi perubahan nama Sound Horeg menjadi Sound Karnaval Indonesia, yang disuarakan Paguyuban Sound Malang Bersatu.

Sekretaris MUI Jawa Timur M. Hasan Ubaidillah menilai meski namanya diganti, selama volume keras dari Sound Karnaval Indonesia mengganggu masyarakat, fatwa haram dari MUI tetap berlaku.

“Mau namanya diganti ya aturannya kan soal desibel. Kami tidak mengurusi soal nama sound horeg, tapi soal desibel yang harus diatur sesuai WHO,” ujar Hasan, dikutip dari laman resmi muijatim.or.id, Jumat (1/8).

Hasan menegaskan bahwa MUI Jatim tidak mempermasalahkan penggantian nama. Dia justru menyoroti bahaya suara keras dari sound horeg atau sound karnaval, yang dapat menyebabkan gangguan telinga permanen (tuli).

"Artinya berganti istilah apapun, selama tingkat kebisingan desibelnya di atas batas normal atau 85 desibel sesuai WHO, tetap saja mengganggu pendengaran manusia hingga menyebabkan kesehatan,” imbuh Hasan.

Sebelumnya, para pengusaha persewaan sound yang tergabung dalam Paguyuban Sound Malang Bersatu mendeklarasikan pencoretan istilah horeg yang dianggap negatif dan menuai pro kontra di masyarakat.

Sebagai gantinya, mereka mengenalkan nama Sound Karnaval Indonesia. Deklarasi ini terjadi di tengah perayaan ulang tahun ke-6 Team Sotok di lapangan Desa Gedog Kulon, Kecamatan Turen, Malang, pada Senin (28/7).

Video deklarasi para pengusaha sound sistem viral di media sosial. Terlihat hadir pemilik Brewog Audio Blitar, Mas Bre dan salah satu tokoh viral komunitas sound horeg, Thomas Alva EdiSound Horeg.

"Karena situasinya sudah seperti ini, daripada persepsi salah semua, maka sound yang horeg itu kita ganti nama menjadi Sound Karnaval Indonesia. Dulu nama horeg kan juga dari masyarakat," ujar salah seorang pengusaha, dikutip dari unggahan @fakta.indo, Jumat (1/8).

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore