Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Juli 2025 | 02.20 WIB

Fakta di Balik Viral Ibu Dibuang 4 Anak Kandung ke Griya Lansia Malang

Klarifikasi anak kedua Mbah Fatimah (kiri) yang viral di media sosial, dengan narasi Ibu Dibuang 4 Anak Kandung. (Unggahan Instagram @ariefcamra) - Image

Klarifikasi anak kedua Mbah Fatimah (kiri) yang viral di media sosial, dengan narasi Ibu Dibuang 4 Anak Kandung. (Unggahan Instagram @ariefcamra)

JawaPos.com-Warga Pabean Cantian, Surabaya, Lukman Hakim tak menyangka upayanya menitipkan ibu kandung, Siti Fatimah, 65 tahun, ke Griya Lansia Husnul Khatimah, Malang, mendadak jadi buah bibir di masyarakat. 

Kisah pilu mereka dibagikan pertama kali oleh Yayasan Griya Lansia Arief Camra. Narasi Ibu yang dibuang 4 anak kandungnya dalam unggahan viral tersebut membuat warganet tersulut emosi.  

"Dulur jangan sedih, jangan kaget, dan jangan terbawa emosi. Hari ini, Selasa, 15 Juli 2025, ada serah terima ibu secara total ke griya lansia oleh 4 anak kandungnya," ucap Arief, dikutip dari unggahan Instagram @ariefcamra, Kamis (17/7).

Terpisah, Lukman membantah tuduhan warganet bahwa dia menelantarkan ibu kandungnya ke Griya Lansia Malang. Anak kedua dari empat bersaudara ini mengaku tidak memiliki niat seperti itu. 

“Saya hanya ingin ada yang merawat ibu. Tidak ada tujuan untuk membuang atau menelantarkan ibu saya, seperti (narasi dan unggahan video) yang viral," ujar Lukman kepada awak media di Surabaya, Jumat (18/7).

Pria berusia 39 tahun tersebut sehari-hari bekerja serabutan dan menumpang di rumah saudaranya. Lukman tak menampik bahwa dirinya merasa tak mampu untuk merawat ibunya seorang diri.

"(Alasan menitipkan) karena kondisi ekonomi (pas-pasan). Saya nggak ada saudara yang mengurus, tempat tinggal juga nggak ada, tetapi saya nggak ada tujuan membuang atau nggak merespons ibu saya," seru Lukman.

Lukman menitipkan ibu kandungnya ke Griya Lansia, Malang, semata-mata agar bisa mendapatkan perawatan lebih baik. Terlebih sang ibu pernah stroke dan kini memerlukan perhatian khusus.

“Saya mengetahui Griya Lansia dari tetangga dan melihat pelayanannya yang baik, sehingga memutuskan untuk menyerahkan ibu saya ke sana agar mendapatkan perawatan layak,” ucap Lukman.

Terkait larangan menjenguk dan tak dikabari ketika Mbah Fatimah meninggal dunia, Lukman mengatakan bahwa hal itu tidak benar. Dia masih diperbolehkan menjenguk sang ibu dan dikabari saat ada kejadian apa-apa.

"Saya barusan telepon sama Pak Arif. Bisa kok dibesuk atau bakal dikabari (kalau ibu saya ada apa-apa). Satu bulan sekali bisa. Kalau punya rezeki ya mungkin saya jenguk ke sana," tukas Lukman. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore