
Klarifikasi anak kedua Mbah Fatimah (kiri) yang viral di media sosial, dengan narasi Ibu Dibuang 4 Anak Kandung. (Unggahan Instagram @ariefcamra)
JawaPos.com-Warga Pabean Cantian, Surabaya, Lukman Hakim tak menyangka upayanya menitipkan ibu kandung, Siti Fatimah, 65 tahun, ke Griya Lansia Husnul Khatimah, Malang, mendadak jadi buah bibir di masyarakat.
Kisah pilu mereka dibagikan pertama kali oleh Yayasan Griya Lansia Arief Camra. Narasi Ibu yang dibuang 4 anak kandungnya dalam unggahan viral tersebut membuat warganet tersulut emosi.
"Dulur jangan sedih, jangan kaget, dan jangan terbawa emosi. Hari ini, Selasa, 15 Juli 2025, ada serah terima ibu secara total ke griya lansia oleh 4 anak kandungnya," ucap Arief, dikutip dari unggahan Instagram @ariefcamra, Kamis (17/7).
Terpisah, Lukman membantah tuduhan warganet bahwa dia menelantarkan ibu kandungnya ke Griya Lansia Malang. Anak kedua dari empat bersaudara ini mengaku tidak memiliki niat seperti itu.
“Saya hanya ingin ada yang merawat ibu. Tidak ada tujuan untuk membuang atau menelantarkan ibu saya, seperti (narasi dan unggahan video) yang viral," ujar Lukman kepada awak media di Surabaya, Jumat (18/7).
Pria berusia 39 tahun tersebut sehari-hari bekerja serabutan dan menumpang di rumah saudaranya. Lukman tak menampik bahwa dirinya merasa tak mampu untuk merawat ibunya seorang diri.
"(Alasan menitipkan) karena kondisi ekonomi (pas-pasan). Saya nggak ada saudara yang mengurus, tempat tinggal juga nggak ada, tetapi saya nggak ada tujuan membuang atau nggak merespons ibu saya," seru Lukman.
Lukman menitipkan ibu kandungnya ke Griya Lansia, Malang, semata-mata agar bisa mendapatkan perawatan lebih baik. Terlebih sang ibu pernah stroke dan kini memerlukan perhatian khusus.
“Saya mengetahui Griya Lansia dari tetangga dan melihat pelayanannya yang baik, sehingga memutuskan untuk menyerahkan ibu saya ke sana agar mendapatkan perawatan layak,” ucap Lukman.
Terkait larangan menjenguk dan tak dikabari ketika Mbah Fatimah meninggal dunia, Lukman mengatakan bahwa hal itu tidak benar. Dia masih diperbolehkan menjenguk sang ibu dan dikabari saat ada kejadian apa-apa.
"Saya barusan telepon sama Pak Arif. Bisa kok dibesuk atau bakal dikabari (kalau ibu saya ada apa-apa). Satu bulan sekali bisa. Kalau punya rezeki ya mungkin saya jenguk ke sana," tukas Lukman.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
