Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Juli 2025 | 21.23 WIB

Tak Punya Cukup Lahan, Rumah Ilmu Arek Suroboyo Jadi Alternatif Sekolah Rakyat Ala Surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau Rumah Ilmu Arek Suroboyo, Sekolah Rakyat ala Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau Rumah Ilmu Arek Suroboyo, Sekolah Rakyat ala Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Tak seperti daerah lain di Indonesia, Kota Surabaya belum punya Sekolah Rakyat karena keterbatasan lahan. Namun, Pemkot memiliki alternatif, yaitu Rumah Ilmu Arek Suroboyo (RIAS).

"Sekolah Rakyat meminta kami menyediakan (lahan) 7 hektar. Tetapi di Surabaya tidak ada yang 7 hektar, kami sampaikan ada 4 hektar," ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Rabu (16/7).

Eri menuturkan anak-anak yang tinggal di RIAS berasal dari keluarga kurang mampu (gamis). Anak-anak ini mendapat fasilitas asrama dan tetap mengenyam pendidikan formal di sekolah negeri pada umumnya.

Saat ini sudah ada 110 anak yang tinggal di asrama RIAS. Mereka berasal dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP). Ada juga mahasiswa yang menempuh pendidikan sarjana di Perguruan Tinggi.

“RIAS ini adalah Rumah Ilmu Arek Suroboyo. Pemkot Surabaya sudah punya yang untuk anak-anak kuliah di Asrama Kalijudan. Yang RIAS di Wonorejo Timur ini untuk anak-anak SD dan SMP,” imbuhnya.

Bukan sekedar tempat tinggal, RIAS juga menjadi wadah untuk mengembangkan bakat dan talenta anak melalui berbagai aktivitas seru, seperti latihan tinju, bermain musik, hingga pelatihan keterampilan komputer.

“Di sini mereka istirahat, (setelah sekolah) tidur dulu, agak sore menjelang Ashar, mereka bangun nanti bisa mengikuti kegiatan-kegiatan. Yang ingin gambar ya gambar, ingin band ya band," tutur Eri.

Wali Kota Surabaya dua periode ini menegaskan bahwa penguasaan teknologi menjadi salah satu aspek penting dalam pembinaan di RIAS. Karena itu, setiap anak dibina agar mampu mengoperasikan perangkat komputer.

"Kita tadi melihat ada dua kelas (komputer) yang memang kita wajibkan, sehingga anak-anak (yang tinggal di RIAS) bisa menggunakan komputer dan memiliki kelebihan di bidang digitalisasi,” ujarnya.

Eri berharap RIAS bisa menjadi wadah untuk mendidik sekaligus mengubah nasib anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ia menegaskan bahwa pendidikan itu hak bagi siapa saja, tanpa memandang status ekonomi.

"Saya bilang, ketika mereka ke sekolah, kasih (seragam) yang bagus, kasih tas, sepatu yang bagus. Mereka tidak boleh minder. Saya ingin buktikan bahwa meskipun mereka tinggal di asrama, mereka bisa menjadi yang terbaik di kelasnya," tukas Eri. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore