Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Juli 2025 | 21.07 WIB

Menepis Narasi 'Ibu Kandung Dibuang', Mbah Nasikah Kini Bahagia di Rumah Lamanya

Fitriyah (kiri) dan Mbah Nasikah (kanan) di rumah kos daerah Babatan, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Fitriyah (kiri) dan Mbah Nasikah (kanan) di rumah kos daerah Babatan, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Nama Nasikah belakangan santer dibicarakan di media sosial. "Aku mlebu tipi, jarene dibuwak (Aku masuk televisi, katanya dibuang)," begitu kelakar nenek 74 tahun kepada JawaPos.com.

Seprai putih dengan motif daun berwarna coklat di rumah kos daerah Babatan, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya menjadi saksi bisu kembalinya Nasikah dari panti jompo di Malang. Kasur empuk itu akan menjadi alas ibu tiga anak itu untuk hari-hari ke depan, ditemani bantal guna menopang kepalanya.

Nasikah tahu betul bahwa dirinya sedang menjadi perbincangan banyak orang. Ini setelah kedua putrinya, yakni Sri Rahayu, 50; dan Fitriyah, 43; menitipkannya ke Griya Lansia Husnul Khatimah, Malang pada Jumat (27/6).

Kisahnya pertama kali dibagikan Ketua Yayasan Griya Lansia, Arief Camra. Yang membuat warganet geger adalah narasi 'membuang ibu kandung', lengkap dengan persetujuan agar tak diberi kabar jika sang ibu wafat.

"Dua anak kandung buang ibunya ke Griya Lansia. Sidoarjo, Jumat 27 Juni 2025. Jangan nangis dengan berita ini, dalam draft yang ditandatangani, jika beliau ini tutup usia, maka dua anaknya nggak perlu dikabari," tulis Arief dalam caption unggahan sosial media, yang kini telah dihapus.

Menyadari kehebohan yang terjadi, Rahayu dan Fitriyah memutuskan untuk menjemput kembali ibu kandungnya dari Griya Lansia. 

Di balik dinding berwarna apricot, senyum Nasikah masih merekah. Sempitnya ruangan berukura 4x4 meter persegi tak menghalanginya bernafas lega. Dalam ceritanya kepada JawaPos.com, perempuan yang sedang memakai kerudung biru bermotif kembang itu tak pernah merasa dibuang oleh anaknya.

"Mboten (tidak) dibuang, kok di TV bilangnya dibuang. Nek dibuwak, yo aku dikarungi, buwak ke segoro, lak mari (Kalau dibuang, sekalian saja saya dimasukkan karung lalu dibuang ke laut, kan selesai)," ujar Nasikah membantah.

Meski begitu, ibu dari tiga anak ini tak ingin ambil pusing dengan kehebohan di jagat maya. Yang jelas, Mbah Nasikah sudah kembali ke pelukan keluarga dan kembali tinggal di tempat lamanya di Babatan.

"Seneng teng meriki, ket cilik teng meriki (Lebih senang di sini (di Babatan), dari kecil saya hidup di sini)," ucap Nasikah yang tampak cantik dengan kerudung instan warna ungu bermotif bunga-bunga. 

Sementara itu, anak kedua Mbah Nasikah, Fitriyah mengaku kecewa dengan narasi "membuang" yang ditulis Arief Camra. Padahal, ia dan sang kakak tak berniat demikian dan ingin menitipkan beberapa pertimbangan. 

“Saya dan neng (panggilan untuk kakak perempuan) niatan ke sana cuma minta bantuan untuk menitipkan ibu. Tetapi kok ternyata itu diviralkan dengan caption membuang,” tutur Fitriyah. 

Bukan tak sayang, himpitan ekonomi membuat Sri Rahayu dan Fitriyah tak punya pilihan lain. Mereka terpaksa menitipkan ibunya ke panti jompo, dengan harapan Mbah Nasikah tinggal di tempat layak dan ada yang menjaga. 

Fitriyah bercerita bahwa Mbah Nasikah sebelumnya tinggal bersama anak bungsunya di rumah kos daerah Babatan. Namun setelah sang adik meninggal, Mbah Nasikah tak lagi yang mengurus dan menjaganya. 

Mbah Nasikah kemudian ikut tinggal bersama Fitriyah di daerah Mulyorejo Tengah. Sayangnya, Mbah Nasikah merasa tidak betah dan terus ingin kembali ke tempat tinggal lamanya di Babatan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore