Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Juni 2025 | 06.27 WIB

Viral Video Pemuda Madura Integritas Dukung Pemkot Surabaya Tertibkan Jukir Liar, Netizen: Beda dengan yang Kemarin

Aliansi Pemuda Madura Integritas menyatakan dukungannya terhadap Pemkot Surabaya dalam menertibkan jukir liar. (Instagram @aslisuroboyo) - Image

Aliansi Pemuda Madura Integritas menyatakan dukungannya terhadap Pemkot Surabaya dalam menertibkan jukir liar. (Instagram @aslisuroboyo)

JawaPos.com – Jagat maya kembali diramaikan oleh video pernyataan sikap terkait penertiban juru parkir (jukir) liar di Surabaya. Kali ini datang dari sekelompok pemuda yang menamakan diri Pemuda Madura Integritas (PMI).

Dalam video yang diunggah akun Instagram @aslisuroboyo, lima orang perwakilan PMI menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemkot Surabaya dalam menegakkan perda dan menertibkan parkir liar di minimarket. 

Pernyataan sikap itu dibacakan secara langsung oleh salah satu anggota PMI, dengan bahasa yang lugas dan formal. Isi deklarasi mereka mencakup empat poin utama. 

“Kami dari Pemuda Madura Integritas berkomitmen menjaga ketertiban dan keamanan di kota Surabaya. Oleh karena itu, kami menyerukan: Satu, mendukung Pemkot Surabaya menegakkan peraturan daerah terkait dengan penertiban parkir liar di Surabaya. Dua, mendukung langkah Pemkot menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warganya. Tiga, memberantas perilaku premanisme dalam bentuk apapun. Empat, mendorong Pemkot mendisiplinkan minimarket yang tidak taat perda terkait ketersediaan juru parkir.” 

Unggahan tersebut langsung menuai komentar dari warganet yang membandingkannya dengan video sebelumnya yang sempat viral sehari sebelumnya.

Dalam video sebelumnya, kelompok Forum Solidaritas Madura Indonesia (FSMI) mengancam akan melakukan aksi besar-besaran selama lima hari dan menyatakan akan “melumpuhkan Surabaya” karena tak terima dengan penertiban jukir liar. 

Namun, ancaman itu tak berlangsung lama. Sehari kemudian, FSMI memberikan klarifikasi dan menyatakan telah membatalkan rencana aksi.

Mereka juga mengaku tidak mempermasalahkan kebijakan Pemkot, asalkan tidak membawa narasi yang dianggap menyudutkan suku tertentu. Klarifikasi itu disampaikan setelah perwakilan FSMI bertemu langsung dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. 

Kolom komentar pun langsung dipenuhi reaksi netizen yang menyentil perbedaan dua sikap tersebut.

Akun @jevanz menulis, “Koyo e wingi ono video bapak-bapak Madura, saiki seng rodok enom e Madura. Mene seng remaja-remaja, besok lusa ibuk-ibuke, besok e maneh seng enom-enom wadon. Beeehh ono opo iki. (Kayaknya kemarin ada video bapak-bapak Madura, sekarang yang agak muda. Nanti yang remaja, besok lusa ibu-ibu, besoknya lagi perempuan muda. Wah, ada apa ini?)”  

Sedangkan akun @arikxenofobi berkomentar, “Tetep proses hukum lah, soale wingi wes ngancem-ngancem ngelumpuhno Suroboyo, iki yo gak onok kata-katane jaluk sepuro. (kemarin sudah mengancam-ancam melumpuhkan Surabaya, ini pun nggak ada permintaan maaf).”

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore