Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Mei 2025 | 15.35 WIB

Empat Dapur Gizi di Sidoarjo Mulai Beroperasi untuk Suplai Makanan di Program MBG, Dongkrak Ekonomi Warga Sekaligus Cegah Stunting

Sosialisasi program MBG di Sidoarjo, empat dapur gizi beroperasi. (Istimewa) - Image

Sosialisasi program MBG di Sidoarjo, empat dapur gizi beroperasi. (Istimewa)

JawaPos.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) baru saja mengoperasikan empat dapur gizi di Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya menekan angka stunting dan meningkatkan perekonomian lokal. 

Program yang disosialisasikan di Dusun Sebani, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, itu tak hanya berfokus pada pemenuhan gizi. Melainkan juga memberdayakan petani dan nelayan setempat.

Kegiatan sosialisasi yang dihadiri sekitar 300 warga dan tokoh masyarakat itu juga mengundang Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina, Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional (BGN) Imam Bachtiar Farianto, dan Ahli Gizi RS Delta Surya, Bibit Puji Lestari.

Dalam kesempatan itu, Arzeti mengajak masyarakat untuk menjaga pola makan sehat dan kebersihan lingkungan sebagai upaya mencegah stunting.

Ia menyebut Program MBG bukan hanya berperan dalam mencukupi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

"Melalui Program MBG, tidak hanya kesehatan anak-anak yang diperhatikan, tetapi ekonomi warga sekitar juga ikut tumbuh," ujar Arzeti, Senin (12/5).

Sementara itu, Ahli Gizi RS Delta Surya, Bibit Puji Lestari, menjelaskan pentingnya asupan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, konsumsi makanan cepat saji dan olahan berlebihan dapat memicu berbagai penyakit seperti stunting, anemia, obesitas, hingga penyakit metabolik.

"Pola makan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Maka, penting bagi masyarakat untuk memahami prinsip gizi seimbang," ungkapnya.

Dorong Ekonomi Lokal

Imam Bachtiar Farianto, Tenaga Ahli BGN, menjelaskan bahwa MBG merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui Asta Cita. Salah satu fokusnya adalah meningkatkan gizi masyarakat sembari menggerakkan ekonomi lokal.

Ia memaparkan, bahan pangan untuk Program MBG dipasok langsung dari petani, peternak, dan nelayan di sekitar dapur gizi melalui koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Langkah ini dinilai mampu memperkuat ekonomi lokal di tingkat desa dan kecamatan.

"Bahan pangan untuk dapur gizi didapat dari wilayah sekitar, sehingga para petani, nelayan, dan peternak bisa merasakan manfaat ekonomi secara langsung," jelas Imam.

Tak hanya itu, keberadaan empat dapur gizi yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sidoarjo juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Tenaga operasional di dapur tersebut direkrut langsung dari warga sekitar.

"Selain memenuhi kebutuhan gizi, Program MBG juga menciptakan lapangan kerja di lingkungan dapur gizi," tambahnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore