
Lukman Zaman (kiri) bersama rektor Institut STTS Arya Tandy Hermawan. (Juliana Cristy/JawaPos.com)
Lukman Zaman (kiri) bersama rektor Institut STTS Arya Tandy Hermawan. (Juliana Cristy/JawaPos.com)
JawaPos.com-Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (Institute STTS) mencatatkan prestasi nasional membanggakan melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara kreatif. Tak tanggung-tanggung, dua rekor MURI sekaligus berhasil diraih.
Baca Juga: Road Glide Standard jadi Model yang Paling Laris Harley-Davidson pada Kuartal Pertama 2025
Rekor pertama diberikan kepada Institute STTS sebagai kampus pelopor dalam eksplorasi cerita humor menggunakan AI. Sedangkan rekor kedua secara personal diberikan kepada Lukman Zaman, Dosen Teknik Informatika dan DKV Institut STTS atas pencapaiannya menciptakan lebih dari 1,6 juta cerita humor menggunakan kecerdasan buatan, terbanyak di Indonesia.
Dalam proses kreatifnya, Lukman mengembangkan sistem berbasis AI yang mampu menghasilkan cerita-cerita lucu dalam skala masif. Dengan menggabungkan ribuan pasangan kata dan menerapkan algoritma prompt yang kompleks, sistem tersebut menghasilkan cerita humor orisinal dalam waktu singkat—lebih dari 1,5 juta dalam kurun tiga bulan.
"Kalau kita baca satu cerita selama tiga menit, maka butuh waktu lebih dari lima tahun untuk menamatkan semuanya," ujar Lukman.
Keberhasilan ini merupakan hasil riset dan eksperimen intensif selama lebih dari setahun. Lukman menyempurnakan pola penulisan plot humor agar dapat ditangkap dan diproses oleh AI secara efektif, sehingga tiap cerita tetap mengandung elemen kejutan, punchline, dan relevansi budaya Indonesia.
“Ini bentuk kolaborasi kreatif antara manusia dan teknologi. AI bukan untuk menggantikan kreativitas, tapi memperluas kemungkinannya,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa pencapaian ini sejalan dengan visi kampus untuk menjadi pusat unggulan pengembangan AI di Indonesia.
Rektor Institut STTS Arya Tandy Hermawan, mengapresiasi prestasi ini sebagai bukti bahwa teknologi bisa dimanfaatkan secara menyenangkan dan edukatif. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya tahu teori, tapi juga mampu menciptakan sesuatu yang berdampak. Ini membuktikan bahwa AI bisa diintegrasikan ke berbagai bidang, bahkan humor,” ujarnya.
Institut STTS menyambut hangat keberhasilan ini dan berharap dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa, akademisi, hingga pelaku industri kreatif. Mereka juga menegaskan kembali komitmen sebagai AI Campus, yakni kampus yang memajukan teknologi kecerdasan buatan tidak hanya dalam bidang akademis, tetapi juga untuk inovasi lintas disiplin. (*)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
